
Ilustrasi seorang wanita yang sedang tertidur nyenyak. (Freepik).
Jawapos.com – Apakah Anda termasuk orang yang mengalami kesulitan untuk tertidur di malam hari? Kondisi tersebut dikenal dengan istilah insomnia, gangguan tidur yang biasanya membuat penderitanya sulit untuk memulai tidur bahkan bisa terjaga sepanjang malam.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengungkap, lebih dari 14% orang dewasa mengalami kesulitan tidur hampir setiap hari dan sekitar 30% mengalami gejala insomnia.
Faktor penyebabnya pun beragam, mulai dari gangguan kecemasan, kondisi kesehatan yang buruk, hingga lingkungan yang tidak nyaman.
Mendengarkan suara yang bisa meredam hiruk pikuk yang membuat Anda terjaga sepanjang malam mungkin bisa membantu Anda terlelap. Apakah Anda pernah mendengar istilah noise color atau warna suara?
Ada beberapa jenis noise color, di antaranya adalah white noise, brown noise, pink noise, purple/violet noise, dan grey noise. Banyak orang yang mengakui bahwa warna suara tersebut memiliki banyak kegunaan, seperti membantu produktivitas, relaksasi, hingga meningkatkan kualitas tidur.
Lantas, benarkah warna suara dapat membantu mengatasi insomnia dan bagaimana perbedaannya? Dilansir dari Women’s Health pada Jumat, (28/02), berikut penjelasannya.
White Noise
White noise adalah warna suara yang berisi kombinasi seluruh frekuensi yang dapat didengar telinga manusia pada spektrum suara, mulai dari 20 hertz (HZ) hingga 20.000 HZ.
White noise merupakan salah satu warna suara yang bisa kita temukan di kehidupan sehari-hari. Misalnya, suara kipas angin atau AC yang menyala, pembersih udara, penyedot debu, serta suara statis TV dan radio.
Dalam berbagai kesempatan, white noise digunakan untuk menutupi suara lain dari lingkungan sekitar, menenangkan pikiran (relaksasi), membantu insomnia, mengelola gejala ADHD, hingga membantu menenangkan bayi yang menangis.
Brown Noise
Dibandingkan dengan white noise, brown noise memiliki nada yang lebih dalam, hampir bergemuruh namun memiliki frekuensi yang rendah. Warna suara satu ini juga sering disebut sebagai brownian noise.
Brown noise terdengar seperti suara guntur di kejauhan, suara angin atau hujan deras, serta deburan ombak. Warna suara ini cenderung lebih natural sehingga banyak yang berpendapat bahwa brown noise lebih menenangkan untuk didengar.
Pink Noise
Seperti white noise, pink noise juga berisikan kombinasi dari semua frekuensi. Namun, pink noise memiliki frekuensi yang lebih rendah dibandingkan white noise, membuatnya terdengar lebih lembut.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
