Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 April 2026 | 20.04 WIB

Jika Anda Tidak Bisa Tidur Tanpa Selimut, Bahkan di Musim Panas, Menurut Psikologi Anda Memiliki 8 Kualitas Langka Ini

seseorang yang tidak bisa tidur tanpa selimut / freepik - Image

seseorang yang tidak bisa tidur tanpa selimut / freepik

JawaPos.com - Bagi sebagian orang, tidur tanpa selimut terasa mustahil—bahkan ketika udara sedang panas-panasnya. Selimut bukan sekadar pelindung dari dingin, melainkan bagian penting dari ritual tidur yang memberi rasa aman dan nyaman.

Menariknya, dalam perspektif psikologi, kebiasaan ini bisa mencerminkan sejumlah karakteristik unik yang tidak dimiliki semua orang.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (28/4), terdapat delapan kualitas langka yang sering dikaitkan dengan orang-orang yang selalu membutuhkan selimut saat tidur:

1. Mencari Rasa Aman yang Konsisten

Selimut memberikan sensasi seperti “dipeluk,” yang secara psikologis membantu menenangkan sistem saraf. Orang yang selalu membutuhkan selimut biasanya memiliki kebutuhan tinggi akan rasa aman dan stabilitas dalam hidupnya. Mereka cenderung menghargai lingkungan yang terprediksi dan minim kejutan.

2. Sensitif terhadap Lingkungan

Individu ini umumnya lebih peka terhadap perubahan suhu, cahaya, atau bahkan energi di sekitarnya. Sensitivitas ini bukan kelemahan—justru sering berkaitan dengan empati tinggi dan kemampuan membaca situasi secara mendalam.

3. Memiliki Rutinitas yang Kuat

Tidak bisa tidur tanpa selimut menunjukkan adanya keterikatan pada ritual sebelum tidur. Orang seperti ini biasanya disiplin dalam kebiasaan, dan memahami pentingnya rutinitas untuk menjaga keseimbangan mental.

4. Cenderung Overthinking

Selimut bisa berfungsi sebagai “alat grounding” bagi pikiran yang aktif. Mereka yang sulit tidur tanpa selimut sering kali memiliki pikiran yang terus berjalan, bahkan saat tubuh sudah lelah. Selimut membantu menurunkan intensitas pikiran tersebut.

5. Menghargai Kenyamanan Emosional

Bukan hanya fisik, kenyamanan emosional juga sangat penting bagi mereka. Mereka cenderung menghindari konflik yang tidak perlu dan mencari suasana yang damai dalam kehidupan sehari-hari.

6. Memiliki Ikatan Nostalgia yang Kuat

Bagi sebagian orang, selimut mengingatkan pada masa kecil—rasa hangat, perlindungan, dan ketenangan. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki koneksi emosional yang kuat terhadap kenangan, yang bisa menjadi sumber kekuatan sekaligus kerentanan.

7. Introvert atau Energized by Solitude

Banyak dari mereka merasa lebih nyaman mengisi ulang energi sendirian. Selimut menjadi simbol ruang pribadi—tempat di mana mereka bisa benar-benar menjadi diri sendiri tanpa tekanan eksternal.

8. Self-Soothing yang Baik

Kebiasaan ini juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang tahu bagaimana menenangkan dirinya sendiri. Mereka mungkin tidak selalu bergantung pada orang lain untuk merasa nyaman, karena telah menemukan cara sederhana namun efektif untuk mengatur emosi.

Penutup

Kebiasaan kecil seperti tidur dengan selimut ternyata bisa mengungkap banyak hal tentang kepribadian seseorang. Jika Anda termasuk orang yang tidak bisa tidur tanpa selimut, bahkan di musim panas, mungkin itu bukan sekadar kebiasaan—melainkan cerminan dari sisi psikologis Anda yang lebih dalam.

Alih-alih menganggapnya aneh, justru ini bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki kepekaan, kedalaman emosi, dan kemampuan regulasi diri yang jarang dimiliki banyak orang.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore