
seseorang yang tidak bisa tidur tanpa selimut / freepik
JawaPos.com - Bagi sebagian orang, tidur tanpa selimut terasa mustahil—bahkan ketika udara sedang panas-panasnya. Selimut bukan sekadar pelindung dari dingin, melainkan bagian penting dari ritual tidur yang memberi rasa aman dan nyaman.
Menariknya, dalam perspektif psikologi, kebiasaan ini bisa mencerminkan sejumlah karakteristik unik yang tidak dimiliki semua orang.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (28/4), terdapat delapan kualitas langka yang sering dikaitkan dengan orang-orang yang selalu membutuhkan selimut saat tidur:
1. Mencari Rasa Aman yang Konsisten
Selimut memberikan sensasi seperti “dipeluk,” yang secara psikologis membantu menenangkan sistem saraf. Orang yang selalu membutuhkan selimut biasanya memiliki kebutuhan tinggi akan rasa aman dan stabilitas dalam hidupnya. Mereka cenderung menghargai lingkungan yang terprediksi dan minim kejutan.
2. Sensitif terhadap Lingkungan
Individu ini umumnya lebih peka terhadap perubahan suhu, cahaya, atau bahkan energi di sekitarnya. Sensitivitas ini bukan kelemahan—justru sering berkaitan dengan empati tinggi dan kemampuan membaca situasi secara mendalam.
3. Memiliki Rutinitas yang Kuat
Tidak bisa tidur tanpa selimut menunjukkan adanya keterikatan pada ritual sebelum tidur. Orang seperti ini biasanya disiplin dalam kebiasaan, dan memahami pentingnya rutinitas untuk menjaga keseimbangan mental.
4. Cenderung Overthinking
Selimut bisa berfungsi sebagai “alat grounding” bagi pikiran yang aktif. Mereka yang sulit tidur tanpa selimut sering kali memiliki pikiran yang terus berjalan, bahkan saat tubuh sudah lelah. Selimut membantu menurunkan intensitas pikiran tersebut.
5. Menghargai Kenyamanan Emosional
Bukan hanya fisik, kenyamanan emosional juga sangat penting bagi mereka. Mereka cenderung menghindari konflik yang tidak perlu dan mencari suasana yang damai dalam kehidupan sehari-hari.
6. Memiliki Ikatan Nostalgia yang Kuat
Bagi sebagian orang, selimut mengingatkan pada masa kecil—rasa hangat, perlindungan, dan ketenangan. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki koneksi emosional yang kuat terhadap kenangan, yang bisa menjadi sumber kekuatan sekaligus kerentanan.
7. Introvert atau Energized by Solitude
Banyak dari mereka merasa lebih nyaman mengisi ulang energi sendirian. Selimut menjadi simbol ruang pribadi—tempat di mana mereka bisa benar-benar menjadi diri sendiri tanpa tekanan eksternal.
8. Self-Soothing yang Baik
Kebiasaan ini juga bisa menjadi tanda bahwa seseorang tahu bagaimana menenangkan dirinya sendiri. Mereka mungkin tidak selalu bergantung pada orang lain untuk merasa nyaman, karena telah menemukan cara sederhana namun efektif untuk mengatur emosi.
Penutup
Kebiasaan kecil seperti tidur dengan selimut ternyata bisa mengungkap banyak hal tentang kepribadian seseorang. Jika Anda termasuk orang yang tidak bisa tidur tanpa selimut, bahkan di musim panas, mungkin itu bukan sekadar kebiasaan—melainkan cerminan dari sisi psikologis Anda yang lebih dalam.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
