Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Februari 2025 | 04.12 WIB

8 Cara Berhenti Peduli dengan Apa yang Dipikirkan Orang Lain Terhadap Kita, Menurut Psikologi

8 cara untuk berhenti peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang Anda, menurut psikologi - Image

8 cara untuk berhenti peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang Anda, menurut psikologi

JawaPos.com - Setiap orang mungkin pernah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang lain. Setiap komentar atau pandangan sekilas terasa seperti penilaian, dan itu sangat melelahkan.

Di lain sisi, psikologi menunjukkan bahwa melepaskan rasa takut ini bukan berarti mengabaikan orang lain sepenuhnya, melainkan mengubah pola pikir Anda. Dan begitu Anda melakukannya, hidup akan jauh lebih mudah.

Dilansir dari geediting.com, Kamis (27/2), berikut adalah 8 cara untuk berhenti peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain, didukung oleh psikologi.

1. Memahami efek sorotan

Pernahkah Anda masuk ke sebuah ruangan dan merasa seperti semua orang memperhatikan Anda? Seperti setiap hal kecil yang Anda lakukan sedang dianalisis dan dinilai?

Itulah yang disebut efek sorotan, dan psikologi memberi tahu kita bahwa itu sebagian besar itu ada di kepala kita.

Efek sorotan adalah bias kognitif yang membuat kita melebih-lebihkan seberapa besar orang lain memperhatikan kita.

Kenyataannya, kebanyakan orang terlalu sibuk memikirkan diri mereka sendiri untuk fokus pada setiap gerakan yang Anda lakukan.

Begitu Anda menyadari hal ini, akan lebih mudah untuk berhenti menganalisis tindakan Anda secara berlebihan. Orang-orang tidak terlalu memperhatikan Anda seperti yang Anda kira, jadi mengapa membuang-buang energi untuk mengkhawatirkannya?

2. Pertanyakan asumsi Anda

Psikolog menyebutnya distorsi kognitif, ketika otak kita mengambil kesimpulan tanpa bukti nyata. Sebenarnya, kita sering kali menciptakan cerita di kepala kita yang sebenarnya tidak nyata.

Percayalah, perubahan kecil dalam cara berpikir kita ini akan membantu kita berhenti terlalu peduli dengan pendapat orang lain.

3. Fokus pada tujuan intrinsik

Ada dua jenis tujuan yang mendorong orang, ekstrinsik dan intrinsik. Tujuan ekstrinsik adalah tentang mencari persetujuan, hal-hal seperti mengejar status, kekayaan, atau kekaguman dari orang lain.

Di sisi lain, tujuan intrinsik berasal dari dalam diri. Tujuan tersebut adalah tentang pertumbuhan pribadi, hubungan yang bermakna, dan melakukan sesuatu karena hal tersebut benar-benar penting bagi Anda.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore