Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Februari 2025 | 19.18 WIB

4 Fakta Ilmiah Man Flu, Alasan Kenapa Pria Lebih Manja dan Drama saat Demam

Terdapat empat fakta ilmiah mengapa pria lebih manja saat demam. (freepik) - Image

Terdapat empat fakta ilmiah mengapa pria lebih manja saat demam. (freepik)

JawaPos.com - Dalam lingkungan daring, man flu seringkali menjadi bahan candaan karena seorang pria lebih manja dan drama saat demam.

Namun, benarkah demikian? Penelitian terbaru mengungkapkan fakta menarik di balik fenomena pria manja dan drama saat demam.

Selama ini, man flu dianggap sebagai sindrom seorang pria yang lemah dan mengada-ada kondisi demam

Pria yang pilek atau demam sedikit saja langsung berbaring di tempat tidur, dan merasa seolah menderita penyakit parah.

Padahal, wanita dengan gejala flu atau demam serupa tidak lebih manja dari pria. Namun, penelitian menemukan bahwa man flu bukan hanya sekadar mitos.

Untuk mengetahui hal tersebut lebih lanjut, dilansir dari laman Griffith University dan Harvard Medical School, mari mengetahui empat fakta ilmiah di balik kenapa seorang pria lebih manja dan drama saat demam. 

  1. Man Flu Bukan Mitos

Anggapan bahwa pria melebih-lebihkan gejala saat sakit ternyata tidak sepenuhnya benar. Dilansir dari Griffith University, penelitian menunjukkan kemungkinan pria mengalami gejala flu dan demam yang lebih parah.

Hal ini didukung oleh perbedaan respons imun antara pria dan wanita, serta temuan studi yang menunjukkan pria lebih sering dirawat di rumah sakit akibat flu.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pria membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan wanita.

Survei yang dilakukan menemukan bahwa pria membutuhkan tiga hari untuk pulih dari penyakit demam, sedangkan wanita hanya membutuhkan satu sampai dua hari.

  1. Perbedaan Respons Imun Pria dan Wanita

Dilansir dari laman Harvard Medical School, wanita pada umumnya menghasilkan antibodi yang lebih efisien dibandingkan seorang pria.

Hal ini disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Wanita memiliki dua kromosom X yang membawa gen fungsi imun, serta hormon estrogen yang memperkuat respons imun.

Sementara itu, pria dengan kadar testosteron tinggi cenderung memiliki respons antibodi lebih rendah.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore