Perilaku parenting yang merusak ikatan anak secara permanen menurut psikologi./Freepik.
JawaPos.com – Membangun hubungan yang erat dengan anak adalah fondasi utama dalam parenting, tetapi tanpa disadari, ada perilaku tertentu yang justru bisa merusak ikatan itu secara permanen.
Kesalahan kecil yang terus berulang dapat menciptakan jarak emosional, menumbuhkan rasa tidak percaya, bahkan membuat anak menarik diri dari orang tua.
Psikologi mengungkap bahwa pola asuh yang keliru bisa berdampak jangka panjang pada perkembangan emosional dan mental anak.
Dilansir dari geediting.com pada Senin (24/2), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku parenting yang dapat merusak suatu ikatan kamu dengan anak secara permanen menurut psikologi.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Karier 24 Februari - 2 Maret 2025: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo
Saat anak menunjukkan emosi mereka, baik itu tangisan, kemarahan, atau bahkan tawa riang, sebagai orangtua kita sering tergoda untuk menghentikan atau meredam ekspresi tersebut.
Menyuruh anak untuk berhenti menangis atau tidak boleh marah adalah bentuk penolakan terhadap perasaan mereka yang dapat meninggalkan luka mendalam.
Anak-anak, yang masih dalam tahap belajar memahami dan mengekspresikan emosi, membutuhkan validasi dan pengakuan atas apa yang mereka rasakan.
Ketika orangtua mengabaikan atau menolak emosi anak, hal ini dapat menciptakan jarak emosional yang sulit diperbaiki di kemudian hari.
Baca Juga: 7 Ciri Kepribadian Orang yang Baik Hati tapi Tak Punya Teman Dekat Menurut Psikologi, Apa Saja?
Sikap orangtua yang selalu mengkritik dapat menghancurkan semangat dan kreativitas anak. Ketika seorang anak dengan bangga menunjukkan hasil karyanya namun disambut dengan kritikan tentang “kenapa tidak rapi” atau “harusnya begini”, hal tersebut akan mematikan antusiasme mereka untuk berkreasi dan bereksplorasi.
Terlalu banyak kritik juga dapat mengikis rasa percaya diri anak dan membuat mereka takut mencoba hal-hal baru. Meski memberikan arahan itu penting, namun harus diimbangi dengan apresiasi atas usaha dan kemajuan yang mereka capai.
Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata orangtua hanya menghabiskan 34 menit sehari untuk memberikan perhatian penuh pada anak mereka. Di era digital ini, banyak orangtua terjebak dalam rutinitas sibuk dan gangguan gadget yang membuat waktu bersama anak menjadi terbatas.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
