Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Februari 2025 | 23.00 WIB

8 Perilaku Parenting yang Dapat Merusak Ikatan dengan Anak Secara Permanen Menurut Psikologi

Perilaku parenting yang merusak ikatan anak secara permanen menurut psikologi./Freepik.

JawaPos.com – Membangun hubungan yang erat dengan anak adalah fondasi utama dalam parenting, tetapi tanpa disadari, ada perilaku tertentu yang justru bisa merusak ikatan itu secara permanen.

Kesalahan kecil yang terus berulang dapat menciptakan jarak emosional, menumbuhkan rasa tidak percaya, bahkan membuat anak menarik diri dari orang tua.

Psikologi mengungkap bahwa pola asuh yang keliru bisa berdampak jangka panjang pada perkembangan emosional dan mental anak.

Dilansir dari geediting.com pada Senin (24/2), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku parenting yang dapat merusak suatu ikatan kamu dengan anak secara permanen menurut psikologi.

  1. Mengabaikan emosi anak

Saat anak menunjukkan emosi mereka, baik itu tangisan, kemarahan, atau bahkan tawa riang, sebagai orangtua kita sering tergoda untuk menghentikan atau meredam ekspresi tersebut.

Menyuruh anak untuk berhenti menangis atau tidak boleh marah adalah bentuk penolakan terhadap perasaan mereka yang dapat meninggalkan luka mendalam.

Anak-anak, yang masih dalam tahap belajar memahami dan mengekspresikan emosi, membutuhkan validasi dan pengakuan atas apa yang mereka rasakan.

Ketika orangtua mengabaikan atau menolak emosi anak, hal ini dapat menciptakan jarak emosional yang sulit diperbaiki di kemudian hari.

  1. Terlalu kritis

Sikap orangtua yang selalu mengkritik dapat menghancurkan semangat dan kreativitas anak. Ketika seorang anak dengan bangga menunjukkan hasil karyanya namun disambut dengan kritikan tentang “kenapa tidak rapi” atau “harusnya begini”, hal tersebut akan mematikan antusiasme mereka untuk berkreasi dan bereksplorasi.

Terlalu banyak kritik juga dapat mengikis rasa percaya diri anak dan membuat mereka takut mencoba hal-hal baru. Meski memberikan arahan itu penting, namun harus diimbangi dengan apresiasi atas usaha dan kemajuan yang mereka capai.

  1. Kurangnya waktu berkualitas

Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata orangtua hanya menghabiskan 34 menit sehari untuk memberikan perhatian penuh pada anak mereka. Di era digital ini, banyak orangtua terjebak dalam rutinitas sibuk dan gangguan gadget yang membuat waktu bersama anak menjadi terbatas.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore