
Ilustrasi seseorang yang terlihat ramah namun sebenarnya bukan orang yang benar-benar baik. (Freepik)
JawaPos.com – Tidak semua orang yang terlihat ramah dan baik hati benar-benar memiliki niat tulus. Beberapa di antaranya mungkin hanya berpura-pura demi citra diri atau untuk mendapatkan keuntungan tertentu.
Orang-orang seperti ini sering kali menggunakan manipulasi emosional, berpura-pura peduli, tetapi pada kenyataannya mereka hanya peduli pada diri sendiri.
Fenomena ini sering kali sulit dikenali karena mereka sangat pandai membangun kesan positif. Mereka bisa memberi pujian yang terdengar menyenangkan, tetapi memiliki maksud tersembunyi.
Mengenali tanda-tanda seseorang yang hanya berpura-pura baik sangat penting agar kita tidak terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.
Beberapa ciri berikut mungkin dapat membantu Anda membedakan orang yang benar-benar baik dari mereka yang hanya berpura-pura.
Dilansir dari Blog Herald, Jumat (21/2), berikut ini tujuh tanda seseorang mungkin bukan benar-benar orang baik meski terlihat ramah dan penuh perhatian kepada Anda. Simak apa saja!
1. Tak Pernah Mau Disalahkan dan Selalu Playing Victim
Orang yang sering berpura-pura baik biasanya memiliki kecenderungan untuk terus-menerus berperan sebagai korban atau playing victim. Mereka selalu merasa diperlakukan tidak adil, menyalahkan keadaan, atau orang lain atas setiap kesulitan yang mereka alami.
Meskipun setiap orang pasti menghadapi tantangan, mereka yang terus-menerus menempatkan diri sebagai korban bisa jadi menggunakan trik ini untuk mendapatkan simpati dan manipulasi emosional.
2. Memberikan Pujian yang Tidak Tulus
Pujian seharusnya membuat seseorang merasa dihargai, tetapi jika seseorang memberi pujian dengan cara yang terdengar aneh atau memiliki makna tersembunyi, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak tulus.
3. Selalu Terlibat dalam Drama
Orang yang berpura-pura baik sering kali menjadi pusat konflik atau drama. Mereka mungkin selalu memiliki cerita tentang bagaimana mereka dikhianati, diperlakukan tidak adil, atau menjadi korban situasi tertentu.
Jika seseorang selalu terlibat dalam konflik atau masalah yang terus-menerus, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka lebih peduli pada perhatian daripada ketulusan.
4. Cepat Menghakimi Orang Lain

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
