Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Februari 2025 | 02.13 WIB

8 Alasan Pasangan yang Overshare Kemesraan di Media Sosial Cenderung Memiliki Hubungan yang Rapuh

Ilustrasi- Pasangan yang overshare kemesraan di media sosial. (Freepik) - Image

Ilustrasi- Pasangan yang overshare kemesraan di media sosial. (Freepik)

JawaPos.com - Di era media sosial, banyak pasangan yang gemar membagikan momen kebersamaan mereka secara daring.

Foto romantis, kata-kata manis, hingga kejutan kecil kerap diunggah untuk menunjukkan betapa bahagianya hubungan mereka. Namun, ada perbedaan antara berbagi secukupnya dan overshare atau membagikan kemesraan secara berlebihan.

Menurut psikologi, kebiasaan ini justru bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut tidak sekuat yang terlihat. Mengapa demikian? Melansir News Reports, berikut beberapa alasan yang perlu Anda ketahui.

1) Mencari Validasi dari Orang Lain

Pasangan yang terlalu sering mengunggah kemesraan di media sosial sering kali melakukannya bukan hanya untuk berbagi kebahagiaan, tetapi juga untuk mencari validasi dari orang lain. Suka, komentar, dan pujian dari teman atau pengikut bisa memberikan perasaan dihargai.

Namun, jika kebahagiaan dalam hubungan bergantung pada pengakuan orang lain, hal ini bisa menjadi tanda ketidakamanan emosional dalam hubungan tersebut.

2) Hubungan yang Kuat Tidak Perlu Ditunjukkan ke Publik

Pasangan yang benar-benar bahagia dan memiliki ikatan emosional yang kuat biasanya tidak merasa perlu membuktikan kebahagiaan mereka kepada dunia.

Mereka lebih fokus menikmati hubungan secara langsung daripada menghabiskan waktu untuk mengunggah dan memantau reaksi orang lain. Hubungan yang kuat tumbuh dari komunikasi yang sehat dan kebersamaan nyata, bukan sekadar citra di media sosial.

3) Berbagi Terlalu Banyak Bisa Memicu Konflik

Membagikan terlalu banyak detail tentang hubungan dapat berisiko menimbulkan konflik. Misalnya, salah satu pasangan mungkin merasa tidak nyaman jika momen pribadi mereka diunggah tanpa izin.

Selain itu, ekspektasi yang dibangun di media sosial bisa membuat pasangan merasa tertekan untuk selalu tampil bahagia, meskipun kenyataannya tidak demikian.

4) Fokus pada Tampilan, Bukan Kualitas Hubungan

Sering kali, pasangan yang overshare lebih fokus pada bagaimana hubungan mereka terlihat di mata orang lain daripada bagaimana hubungan itu sebenarnya berjalan. Mereka mungkin sibuk mencari momen yang "Instagrammable" daripada menikmati kebersamaan secara alami.

Jika kebahagiaan lebih banyak diukur dari tampilan luar, maka hubungan tersebut rentan mengalami krisis saat kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore