Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Februari 2025 | 14.36 WIB

Jangan Abaikan! 8 Kebiasaan Buruk Ini akan Menghambat Kesuksesanmu dalam Membangun Karir yang Lebih Cemerlang

Ilustrasi kebiasaan buruk yang menghambat kesuksesan (prostooleh/freepik.com) - Image

Ilustrasi kebiasaan buruk yang menghambat kesuksesan (prostooleh/freepik.com)

JawaPos.com - Kebiasaan buruk umumnya sulit dikenali. Mereka bisa secara mudah menyelinap ke dalam kegiatan sehari-harimu tanpa kamu menyadarinya.

Tanpa diduga, kebiasaan tersebut dapat terbentuk dan menjadi bagian dari rutinitas harianmu, sehingga mempengaruhi caramu berpikir, bertindak, bahkan berinteraksi dengan orang lain.

Kebiasaan ini datang begitu perlahan, sehingga membuat diirmu tidak menyadari dampak negatifnya hingga sudah terlambat. Melansir Better Up, berikut deretan kebiasaan buruk yang akan menghambat kesuksesanmu dalam membangun karir yang lebih cemerlang.

1. Multitasking selama rapat berlangsung

Melakukan banyak tugas sekaligus sering dianggap sebagai cara supaya meningkatkan efisiensi. Kenyataannya, membagi perhatianmu antara beberapa hal justru mampu mengurangi fokus dan memengaruhi seberapa baiknya dirimu terlibat pada setiap aktivitas.

Misalnya, memeriksa email saat sedang mengikuti panggilan konferensi bisa membuatmu melewatkan informasi penting, sehingga berisiko menimbulkan kesalahpahaman, error, atau ekspektasi yang tidak sesuai. Sebuah pendekatan multitasking bisa saja mengorbankan kualitas kerja yang lebih baik sebab kamu tidak sepenuhnya memberi perhatian pada satu hal yang penting.

2. Melewatkan waktu istirahat

Menyelesaikan tugas tanpa mengambil jeda dianggap sebagai tanda dedikasi dan disiplin yang tinggi. Akan tetapi, walaupun tampaknya ini merupakan pendekatan yang produktif, berkerja tanpa henti justru dapat menguras energi mentalmu, sehingga menurunkan tingkat fokus dan efisiensi.

Tanpa waktu beristirahat, kamu akan merasa semakin lelah seiring berjalannya waktu, sehingga tugas-tugas yang sebelumnya terasa ringan menjadi jauh lebih berat dan menantang daripada yang seharusnya. Membiarkan diri beristirahat sesekali sebenarnya sangat penting guna mempertahankan kualitas kerja dan kesejahteraan mentalmu.

3. Mengabaikan umpan balik

Menyukai pujian dan penguatan positif adalah hal yang wajar, karena siapa yang tidak menyukai dorongan untuk meningkatkan rasa percaya diri? Namun, kamu juga perlu menghargai umpan balik yang membangun sebab ini membuka peluang bagi perbaikan yang berkelanjutan. Mengabaikan area yang perlu diperbaiki, yang disorot oleh rekan kerja atau atasan, dapat menciptakan titik buta dalam keterampilanmu.

Kondisi ini tidak hanya menghambat perkembangan pribadi, tetapi juga mampu berdampak terhadap dinamika tim dan kolaborasi yang kurang efektif. Lebih buruk lagi, apabila diabaikan terus-menerus, hal ini bisa dianggap sebagai sifat yang toxic, bahkan menunjukkan ketidakpedulian atau bahkan sikap narsistik.

4. Menunda pekerjaan

Menunda-nunda tugas penting hingga detik-detik terakhir mungkin tampak seperti cara menghindari tekanan sementara dari pekerjaan yang menantang. Sayangnya, strategi ini sering kali berujung pada pekerjaan yang terburu-buru dan kualitas hasil yang tidak optimal.

Kebiasaan ini bukan hanya mengurangi efektivitas pekerjaanmu, tetapi juga menambah beban stres yang semakin berat seiring dengan mendekatnya tenggat waktu. Akhirnya, kamu akan menghadapi tugas yang tidak hanya kurang memuaskan, namun juga menambah kecemasan dan membuat proses kerja semakin menegangkan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore