Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Februari 2025 | 05.59 WIB

Menurut Psikologi, 7 Bahasa Tubuh Halus ini Menunjukkan Anda Seorang Narsistik yang Sombong

Ilustrasi Perilaku yang Biasanya Ditunjukkan Oleh Seseorang yang Sangat Sombong (freepik) - Image

Ilustrasi Perilaku yang Biasanya Ditunjukkan Oleh Seseorang yang Sangat Sombong (freepik)

JawaPos.com - Kita semua pasti pernah ketemu orang yang kelakuannya persis orang narsis yang sombong. Mungkin terang selalu melalui ucapan, tapi tindakannya selalu menunjukkan ke sana.

Mereka senang membicarakan dirinya sendiri dalam setiap obrolan. Orang-orang yang selalu punya cerita paling seru, pencapaian paling hebat, dan kehidupan yang penuh drama.
 
Ya, kita lagi ngomongin orang narsis. Tapi jangan salah paham. Setiap orang punya sisi narsis dalam dirinya. Sedikit rasa bangga pada diri sendiri itu wajar, bahkan penting untuk menjaga rasa percaya diri.
 
Masalahnya, ada yang kebablasan. Mereka melampaui batas antara percaya diri dan narsisme yang kelewat tinggi tanpa sadar.
 
Nah, bagaimana cara mengenali mereka?Nggak selalu mudah menilai seseorang hanya dari cara bicaranya. Tapi kalau diperhatikan, bahasa tubuh mereka sering kali memberi petunjuk.
 
Yuk, kita bahas 7 tanda bahasa tubuh khas orang narsis, dikutip dari Geediting, Rabu (19/2).
 
Bukan sekadar buat mengenali mereka, tapi juga supaya kita bisa memahami bagaimana perilaku ini memengaruhi interaksi di kehidupan sehari-hari.
 
1) Gerakan tangan berlebihan
 
Pernah ngobrol sama orang yang gerakannya kayak lagi jadi konduktor orkestra? Mereka melambai-lambaikan tangan, bikin gestur besar, dan mendominasi ruang.
 
Kadang ini tanda orang yang memang antusias. Tapi bisa juga jadi ciri khas orang narsis yang sombong karena mereka suka jadi pusat perhatian.
 
Dengan gerakan yang besar, mereka ingin menunjukkan dominasi dan mengambil alih percakapan.
 
Orang dengan tingkat narsisme tinggi cenderung memakai postur dan gestur ekspansif. Intinya, mereka mau bilang, "Lihat aku, aku penting!"
 
Lain kali ketemu orang yang gayanya kayak lagi sutradarai film, coba perhatikan. Dia memang semangat atau cuma mau pamer?
 
2) Jarang melakukan kontak mata
 
Kontak mata itu penting dalam komunikasi. Itu tanda kalau kita perhatian dan menghargai lawan bicara.
 
Tapi orang narsis sering punya pola yang beda.
 
Mereka lebih suka bicara soal dirinya sendiri, tapi begitu giliran kamu bicara, tatapannya mulai ke mana-mana. Seperti nggak tertarik dengan apa yang kamu katakan.
 
Kurangnya kontak mata ini bisa jadi tanda bahwa mereka hanya peduli pada diri sendiri dan bukan orang lain.
 
3) Sering ngaca atau lihat bayangan diri sendiri
 
Pernah duduk bareng seseorang yang terus-terusan melirik bayangannya di kaca, sendok, atau layar HP?
 
Orang narsis suka banget memastikan dirinya terlihat sempurna setiap saat. Mereka punya kebutuhan tinggi untuk selalu terlihat menarik.
 
Ini bukan cuma soal kesombongan, tapi lebih ke obsesi terhadap citra diri. Buat mereka, penampilan sangat terkait dengan harga diri.
 
Kalau kamu kenal seseorang yang nggak bisa berhenti melihat refleksi dirinya, mungkin itu bukan sekadar kebiasaan, tapi tanda narsisme.
 
4) Postur tubuh yang menunjukkan superioritas
 
Pernah ada di satu ruangan dengan seseorang yang auranya terkesan "gue lebih hebat dari kalian semua" meski dia nggak ngomong apa-apa?
 
Itu karena bahasa tubuh mereka berbicara lebih dulu.
 
Orang narsis sering menggunakan postur tubuh untuk menunjukkan superioritas, seperti berdiri lebih tegak, membusungkan dada, atau mengangkat dagu tinggi-tinggi.
 
Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka ada di puncak dan lebih berkuasa dibanding orang lain.
 
5) Sering melanggar batas ruang pribadi
 
Semua orang punya batasan ruang pribadi. Tapi orang narsis sering kali nggak peduli.
 
Mereka bisa berdiri terlalu dekat, menyentuh tanpa alasan, atau mencondongkan tubuh ke arahmu lebih dari yang nyaman.
 
Mereka melakukan ini karena kurang peka terhadap batasan orang lain. Jadi, kalau ada yang terus-menerus masuk ke "zona nyaman" kamu tanpa izin, bisa jadi itu tanda narsisme.
 
6) Minim ekspresi wajah saat mendengar orang lain
 
Saat ngobrol, biasanya kita menampilkan ekspresi wajah yang menunjukkan ketertarikan atau empati—seperti mengangguk, tersenyum, atau bereaksi terhadap cerita orang lain.
 
Tapi orang narsis? Mereka sering nggak menunjukkan reaksi apa-apa.
 
Ini karena mereka lebih fokus pada diri sendiri daripada benar-benar peduli dengan orang lain. Rasanya kayak ngomong sama tembok.
 
7) Mendominasi percakapan
 
Pernah merasa percakapan lebih mirip monolog satu arah daripada dialog? Nah, orang narsis suka banget membicarakan dirinya sendiri tanpa memberi ruang bagi orang lain. 
 
Mereka bisa menyela, memotong, atau mengalihkan pembicaraan kembali ke diri mereka sendiri.
 
Ini karena mereka percaya bahwa cerita mereka lebih menarik dan penting dibanding orang lain.
 
Kalau kamu sering merasa "hanya jadi pendengar" dalam obrolan, bisa jadi kamu sedang berbicara dengan orang narsis.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore