
Ilustrasi perempuan sedang di-ghosting. (Freepik)
JawaPos.com – Ghosting merupakan berakhirnya komunikasi antar individu. Komunikasi akan berakhir tiba-tiba dan tidak ada diskusi tentang perpisahan sebelumnya. Ghosting adalah istilah modern dan sebagian besar digunakan di kalangan generasi muda.
Ghosting dapat memiliki banyak efek psikologis bagi kedua belah pihak dalam hubungan, baik itu romantis, platonis, atau terkait pekerjaan.
Sayangnya, orang-orang dari segala usia dapat mengklaim bahwa mereka telah berada di salah satu atau kedua ujung hubungan yang langsung memutuskan hubungan seperti ini. Melansir dari laman Online Psychology Degree Guide, berikut 5 fakta psikologis dibalik melakukan ghosting.
1. Membutuhkan waktu beberapa hari mengetahui bahwa telah di-ghosting
Psikologi ghosting adalah topik yang menarik dengan banyak faktor. Sementara ghosting mengacu pada akhir percakapan yang tiba-tiba, mungkin butuh waktu untuk menyadari bahwa Anda sedang di-ghosting oleh seseorang.
Ini mungkin karena kita tidak akan pernah berasumsi bahwa seseorang akan memutuskan hubungan dengan kita tanpa percakapan yang tepat. Mungkin juga karena kita tidak percaya bahwa kita telah melakukan sesuatu yang membuat mereka kesal.
Ini berarti bahwa ketika seseorang tidak menanggapi pesan teks, panggilan telepon, email, dll, kita mungkin tidak segera menyadari bahwa kita sedang di-ghosting.
2. Menyakiti hati salah satu pihak
Salah satu hal penting yang bisa diambil dari psikologi ghosting adalah memahami rasa sakit di baliknya. Tidak ada cara untuk menghindari kebenaran sederhana dari masalah ini.
Ghosting menyakitkan. Dan bagi banyak orang, ghosting lebih menyakitkan daripada putus cinta biasa.
Ghosting dapat membuat seseorang merasa tidak dihormati, dibuang, dan tidak penting. Ghosting adalah bentuk penolakan yang kejam yang banyak orang tidak tahu bagaimana menghadapinya saat hal itu terjadi.
3. Mempengaruhi harga diri salah satu pihak
Ditolak secara umum memang menyakitkan, tetapi ketika seseorang memang seharusnya merasa tidak layak untuk diberi penjelasan, hal itu dapat menyakitkan dengan cara yang berbeda.
Di-ghosting dapat menyebabkan banyak emosi yang tersisa yang sekarang harus dipilah dan dicari tahu sendiri oleh seseorang.
Bagi orang yang menderita harga diri rendah atau masalah ditinggalkan, ditolak dengan cara ini dapat menjadi traumatis. Hal itu dapat memunculkan perjuangan emosional yang sudah ada.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
