
Ilustrasi 5 hal yang sering dilakukan orang tua bisa membesarkan anak dengan mental lemah (freepik)
JawaPos.com - Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang dianggap sebagai bentuk kasih sayang saat membesarkan anak justru bisa membuat mereka tumbuh dengan mental lemah.
Dilansir melalui laman Yahoo Life, Dr. Daniel Amen, seorang psikiater, mengingatkan para orang tua agar lebih berhati-hati dalam menentukan gaya parenting. Menurutnya, kesalahan dalam menerapkan pola asuh dapat membentuk karakter dan mental anak.
"Jika kamu terlalu banyak melakukan sesuatu untuk anakmu, kamu meningkatkan harga dirimu dengan mencuri harga diri mereka," kata Dr. Daniel, Selasa (18/2). Ia menegaskan bahwa anak perlu belajar menghadapi masalah sendiri agar memiliki mental yang kuat.
Lalu, apa saja kebiasaan orang tua yang tanpa disadari dapat membuat anak memiliki mental lemah? Dilansir dari laman YourTango, berikut adalah 5 kebiasaan yang perlu dihindari.
1. Menjawab Semua Pertanyaan Anak
Anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan sering melontarkan berbagai pertanyaan. Banyak orang tua yang merasa perlu menjawab semua pertanyaan agar anak cepat memahami dunia.
Namun, jika orang tua selalu memberikan jawaban, anak jadi terbiasa bergantung pada orang lain. Mereka tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis secara mandiri.
Menurut Dr. Daniel, anak perlu belajar mencari jawaban sendiri agar memiliki mental yang kuat. Dengan begitu, mereka bisa lebih percaya diri dalam menghadapi masalah.
Cara terbaik adalah mengarahkan anak dengan bertanya balik tentang pendapat mereka. Hal ini akan membantu anak membangun pola pikir yang lebih analitis dan kreatif.
Jika dibiarkan terus bergantung, anak bisa tumbuh dengan mental lemah dan kurang berani mengambil keputusan sendiri. Orang tua perlu mendukung eksplorasi mereka tanpa selalu memberikan jawaban instan.
2. Selalu Menyediakan Guru Les untuk Anak
Banyak orang tua menganggap bahwa memberikan les tambahan adalah solusi terbaik untuk meningkatkan akademik anak. Mereka khawatir anak tertinggal dan sulit memahami pelajaran jika tidak dibantu oleh guru les.
Namun, terlalu sering mengandalkan guru les justru bisa membuat anak kehilangan kemandirian. Anak yang terbiasa dibantu akan cenderung sulit menghadapi tantangan akademik tanpa bimbingan orang lain.
Menurut penelitian dari Brown University, les yang berlebihan dapat menghambat rasa percaya diri anak. Mereka menjadi kurang percaya pada kemampuan diri sendiri dalam menyelesaikan masalah akademik.
Orang tua sebaiknya memberikan kesempatan bagi anak untuk mencoba memahami pelajaran sendiri terlebih dahulu. Jika anak benar-benar kesulitan, barulah bantuan bisa diberikan sebagai pendampingan, bukan sebagai ketergantungan.
Dengan cara ini, anak akan belajar untuk mengatasi kesulitan akademik dengan usaha sendiri. Mereka akan tumbuh menjadi individu yang lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan di dunia nyata.
3. Terlalu Melindungi Anak dari Cedera Kecil

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
