JawaPos.com-Dalam budaya Jawa, primbon sering dijadikan pedoman untuk mengetahui berbagai aspek kehidupan, termasuk rezeki dan keharmonisan rumah tangga. Salah satu metode perhitungannya adalah berdasarkan weton atau hari kelahiran seseorang.
Ramalan ini dipercaya dapat memberikan gambaran mengenai fluktuasi rezeki suami istri dan bagaimana cara mereka menghadapinya.
Dalam primbon Jawa, hoki atau keberuntungan seseorang dapat dihitung melalui weton kelahiran. Weton merupakan gabungan dari hari lahir dan pasaran dalam kalender Jawa. Kepercayaan ini telah berkembang turun-temurun dan masih banyak digunakan oleh masyarakat Jawa hingga saat ini.
Menurut kitab Primbon Palserigati, rezeki seseorang tidak bersifat tetap tetapi mengalami fluktuasi naik dan turun sepanjang hidupnya. Hal ini bisa diamati melalui siklus enam tahunan yang telah dihitung berdasarkan nilai neptu dari weton kelahiran seseorang.
Sebelum mengetahui ramalan rezeki, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung neptu weton kelahiran.
Dikutip dari kanal YouTube Kamus Angka Lahir pada Jumat, 14 Februari 2025, berikut adalah daftar nilai neptu berdasarkan hari dan pasaran dalam kalender Jawa:
Hari:
Minggu: 5, Senin: 4 , Selasa: 3, Rabu: 7, Kamis: 8, Jumat: 6, Sabtu: 9
Pasaran:
Kliwon: 8, Legi: 5, Pahing: 9, Pon: 7, Wage: 4
Misalnya, seseorang lahir pada Sabtu Wage. Maka perhitungannya:
Sabtu (9) + Wage (4) = Neptu 13
Setelah mengetahui jumlah neptu, selanjutnya adalah mencocokkan dengan tabel ramalan untuk melihat bagaimana fluktuasi rezeki yang akan dialami selama hidup.
Berdasarkan kitab Primbon Palserigati, rezeki seseorang mengalami naik turun sesuai dengan siklus usia. Sebagai contoh, bagi seseorang dengan neptu 13, berikut adalah prediksi fluktuasi rezekinya:
Baca Juga: Takdir Kaya Raya Sudah Dekat! 7 Weton Ini Tinggal Menunggu Waktu untuk Hidup Berkelimpahan dan SuksesUsia 6 tahun: Rezeki bernilai 4
Usia 12 tahun: Rezeki bernilai 2
Usia 18 tahun: Rezeki bernilai 1
Usia 24 tahun: Rezeki bernilai 6
Usia 30 tahun: Rezeki bernilai 1
Usia 36 tahun: Rezeki bernilai 1
Angka tersebut menunjukkan tingkat keberlimpahan atau kesulitan rezeki yang mungkin dialami dalam periode tertentu. Semakin tinggi angka, semakin lancar rezeki yang didapat.
Meskipun primbon memberikan gambaran mengenai fluktuasi rezeki, pada akhirnya rezeki seseorang juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:
Usaha dan kerja keras - Orang yang rajin bekerja tentu memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh rezeki yang lebih baik.
Kebiasaan bersedekah - Dalam ajaran Jawa, bersedekah dipercaya dapat melancarkan rezeki dan membawa berkah.
Kebijaksanaan dalam mengelola keuangan - Meskipun rezeki melimpah, tanpa pengelolaan yang baik, bisa saja rezeki tersebut habis dengan cepat.
Doa dan spiritualitas - Kepercayaan akan doa dan keberkahan dari Tuhan juga menjadi faktor utama dalam kelancaran rezeki seseorang.
Ramalan rezeki suami istri berdasarkan tanggal lahir menurut primbon Jawa memberikan gambaran menarik tentang bagaimana perjalanan finansial seseorang dalam siklus kehidupannya.
Namun, penting untuk diingat bahwa hasil ramalan ini tidak mutlak. Kerja keras, kebijaksanaan, dan keikhlasan dalam menjalani hidup tetap menjadi kunci utama dalam mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan dalam rumah tangga.***