Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 04.15 WIB

Bukan Takut Disuntik! 8 Ciri Kepribadian Pria yang Menolak Pergi ke Dokter Saat Merasa Sakit

Ada beberapa ciri kepribadian yang sering ditemukan pada pria yang menolak pergi ke dokter, menurut psikologi. (Pexel) - Image

Ada beberapa ciri kepribadian yang sering ditemukan pada pria yang menolak pergi ke dokter, menurut psikologi. (Pexel)

JawaPos.com - Beberapa dari kita pasti pernah mengalaminya: mencoba meyakinkan pasangan, ayah, saudara, atau teman untuk pergi ke dokter saat mereka terlihat jelas tidak sehat. Namun, alih-alih mendapat respons yang masuk akal, yang kita hadapi justru penolakan keras, alasan tak masuk akal, atau malah perubahan topik pembicaraan.

Bagi banyak pria, pergi ke dokter bukanlah hal yang mudah. Bukan karena takut disuntik atau khawatir dengan bau antiseptik di klinik, tetapi lebih karena pola pikir yang sudah tertanam sejak lama. 

Dilansir dari laman Geediting.com pada Rabu (12/2) berikut adalah delapan ciri kepribadian yang sering ditemukan pada pria yang menolak pergi ke dokter, menurut psikologi.

1. Mereka Percaya bahwa Ketangguhan Berarti Mengabaikan Rasa Sakit

Dari kecil, banyak pria diajarkan untuk "kuat" dan "tahan banting." Sayangnya, konsep ini sering disalahartikan sebagai kemampuan menahan sakit tanpa mengeluh. Mereka menganggap mengakui rasa sakit sebagai tanda kelemahan.

Jadi, meskipun mereka mengalami demam tinggi, sakit kepala yang tak kunjung reda, atau nyeri di dada, mereka lebih memilih bertahan dan berpura-pura baik-baik saja, seolah itu adalah ujian ketahanan yang harus mereka menangkan.

2. Mereka Dibentuk dengan Keyakinan bahwa Meminta Bantuan Itu Lemah

Di masyarakat, pria sering diharapkan menjadi sosok yang mandiri dan bisa mengatasi segala masalah sendiri. Keyakinan ini melekat begitu kuat hingga mereka merasa malu jika harus meminta bantuan, bahkan dalam hal kesehatan tubuh mereka sendiri.

Padahal, pergi ke dokter bukan berarti lemah. Justru, mengabaikan kesehatan bisa berujung pada kondisi yang lebih serius dan sulit ditangani di kemudian hari.

3. Mereka Berpikir Mengabaikan Suatu Masalah Akan Membuatnya Hilang

Banyak pria yang menolak pergi ke dokter punya kebiasaan menutup mata terhadap masalah kesehatan yang mereka alami. Mereka percaya bahwa jika tidak membicarakannya, maka masalah itu tidak benar-benar ada.

Batuk yang sudah berlangsung berbulan-bulan? "Ah, cuma alergi." Atau nyeri di dada? "Paling masuk angin." Bahkan mungkin benjolan yang tiba-tiba muncul? "Pasti bakal hilang sendiri."

Sayangnya, tubuh tidak bekerja seperti itu. Mengabaikan gejala bukanlah solusi, dan sering kali malah memperburuk keadaan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore