
Ilustrasi seseorang yang butuh kebisingan untuk tetap fokus dan produktif.
JawaPos.com – Banyak orang merasa lebih mudah berkonsentrasi dalam keheningan, tetapi ada juga yang justru membutuhkan kebisingan untuk bisa fokus. Fenomena ini bukan sekadar preferensi pribadi, melainkan dapat dijelaskan melalui aspek psikologis dan neurologis tertentu.
Beberapa individu cenderung bekerja lebih baik di lingkungan yang bising, seperti kafe atau ruang kerja bersama, karena kebisingan membantu otak mereka tetap terstimulasi.
Dalam dunia psikologi, kebutuhan terhadap kebisingan ini sering dikaitkan dengan faktor seperti kepribadian, cara otak memproses informasi, dan strategi mengatasi stres atau kecemasan.
Artikel ini akan mengulas delapan ciri utama yang sering ditemukan pada orang-orang yang membutuhkan kebisingan untuk dapat berkonsentrasi secara optimal.
Melansir News Reports, Senin (10/2), berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa individu yang lebih produktif dalam lingkungan bising memiliki pola pikir dan karakteristik tertentu. Simak delapan ciri psikologis mereka yang telah Jawa Pos rangkum berikut:
1. Otak Mereka Membutuhkan Stimulasi Tambahan
Beberapa orang merasa kesulitan fokus dalam keheningan karena otak mereka membutuhkan stimulasi konstan. Keheningan justru membuat pikiran mereka mengembara dan sulit dikendalikan.
Dalam teori psikologi kognitif, kondisi ini terkait dengan optimal level of arousal—yaitu tingkat rangsangan otak yang diperlukan agar seseorang dapat berfungsi secara maksimal.
Bagi mereka yang membutuhkan suara untuk fokus, kebisingan membantu mengarahkan pikiran ke jalur yang benar, sehingga mereka tidak terdistraksi oleh pikiran acak.
2. Lebih Mudah Fokus dalam Lingkungan dengan Kebisingan Suara Latar
Alih-alih terganggu, beberapa orang justru merasa lebih produktif dalam suasana ramai. Penelitian Mihaly Csikszentmihalyi, seorang psikolog yang mengembangkan konsep flow, menunjukkan bahwa individu mencapai performa terbaik saat berada dalam kondisi yang sedikit menantang, bukan ketika segalanya tenang dan mudah.
Sebagai contoh, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research menemukan bahwa kebisingan moderat dapat meningkatkan pemikiran kreatif. Ini menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, lingkungan yang terlalu sepi justru bisa menjadi hambatan bagi produktivitas.
3. Keheningan Membuat Mereka Cemas
Bagi sebagian orang, keheningan bukanlah ketenangan, melainkan pemicu kecemasan. Dalam suasana yang terlalu sunyi, pikiran mereka cenderung dipenuhi oleh overthinking, keraguan, atau kekhawatiran yang sulit dikendalikan.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan rumination—yakni kecenderungan untuk terus-menerus memikirkan sesuatu secara berulang. Suara latar dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang mengganggu dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk fokus.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
