Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Februari 2025 | 20.47 WIB

Orang-Orang yang Membutuhkan Kebisingan Konstan untuk Fokus Biasanya Memiliki 8 Ciri Kepribadian ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang butuh kebisingan untuk tetap fokus dan produktif. - Image

Ilustrasi seseorang yang butuh kebisingan untuk tetap fokus dan produktif.

JawaPos.com – Banyak orang merasa lebih mudah berkonsentrasi dalam keheningan, tetapi ada juga yang justru membutuhkan kebisingan untuk bisa fokus. Fenomena ini bukan sekadar preferensi pribadi, melainkan dapat dijelaskan melalui aspek psikologis dan neurologis tertentu.

Beberapa individu cenderung bekerja lebih baik di lingkungan yang bising, seperti kafe atau ruang kerja bersama, karena kebisingan membantu otak mereka tetap terstimulasi.

Dalam dunia psikologi, kebutuhan terhadap kebisingan ini sering dikaitkan dengan faktor seperti kepribadian, cara otak memproses informasi, dan strategi mengatasi stres atau kecemasan.

Artikel ini akan mengulas delapan ciri utama yang sering ditemukan pada orang-orang yang membutuhkan kebisingan untuk dapat berkonsentrasi secara optimal.

Melansir News Reports, Senin (10/2), berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa individu yang lebih produktif dalam lingkungan bising memiliki pola pikir dan karakteristik tertentu. Simak delapan ciri psikologis mereka yang telah Jawa Pos rangkum berikut:

1. Otak Mereka Membutuhkan Stimulasi Tambahan

Beberapa orang merasa kesulitan fokus dalam keheningan karena otak mereka membutuhkan stimulasi konstan. Keheningan justru membuat pikiran mereka mengembara dan sulit dikendalikan.

Dalam teori psikologi kognitif, kondisi ini terkait dengan optimal level of arousal—yaitu tingkat rangsangan otak yang diperlukan agar seseorang dapat berfungsi secara maksimal.

Bagi mereka yang membutuhkan suara untuk fokus, kebisingan membantu mengarahkan pikiran ke jalur yang benar, sehingga mereka tidak terdistraksi oleh pikiran acak.

2. Lebih Mudah Fokus dalam Lingkungan dengan Kebisingan Suara Latar

Alih-alih terganggu, beberapa orang justru merasa lebih produktif dalam suasana ramai. Penelitian Mihaly Csikszentmihalyi, seorang psikolog yang mengembangkan konsep flow, menunjukkan bahwa individu mencapai performa terbaik saat berada dalam kondisi yang sedikit menantang, bukan ketika segalanya tenang dan mudah.

Sebagai contoh, penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research menemukan bahwa kebisingan moderat dapat meningkatkan pemikiran kreatif. Ini menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, lingkungan yang terlalu sepi justru bisa menjadi hambatan bagi produktivitas.

3. Keheningan Membuat Mereka Cemas

Bagi sebagian orang, keheningan bukanlah ketenangan, melainkan pemicu kecemasan. Dalam suasana yang terlalu sunyi, pikiran mereka cenderung dipenuhi oleh overthinking, keraguan, atau kekhawatiran yang sulit dikendalikan.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan rumination—yakni kecenderungan untuk terus-menerus memikirkan sesuatu secara berulang. Suara latar dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang mengganggu dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk fokus.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore