Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Februari 2025 | 05.58 WIB

8 Kebiasaan Orang yang Merasa Kesepian dan Terlupakan Setelah Pensiun Menurut Psikologi

Ilustrasi wanita pensiunan. (pexel) - Image

Ilustrasi wanita pensiunan. (pexel)

JawaPos.com - Pensiun bisa terasa seperti melangkah keluar dari kereta yang sedang melaju, di mana satu menit akan dikelilingi oleh rutinitas, rekan kerja, dan tujuan harian, lalu menit berikutnya segalanya tampak sunyi dan senyap.

Beberapa orang merasa kesepian atau diabaikan selama tahan ini. Dilansir dari Geediting, terdapat delapan kebiasaan yang sering membuat para pensiunan merasa terisolasi karena kesepian dan terlupakan.

Mengenali kebiasaan ini dapat membuatmu lebih siap untuk menghentikannya dan menemukan cara yang memuaskan untuk menghabiskan tahun-tahun emas.

Baca Juga: 9 Perilaku yang Ditunjukkan Orang Sedang FOMO Menurut Psikologi, Kamu Juga Begitu?

1. Berhenti membina lingkaran sosial mereka

Salah satu perangkap terbesar yang sering dilakukan orang yang kesepian di masa pensiun adalah membiarkan hubungan mereka memudar tanpa menyadarinya. Apalagi, kamu juga tidak lagi menikmati keakraban sehari-hari dengan rekan kerja atau waktu rehat minum kopi dan makan siang bersama.

Ketika hari berganti minggu dan minggu berganti bulan, tiba-tiba kamu akan menyadari bahwa kamu belum menghubungi teman lama. Saat itulah rasa terisolasi mulai merayapi.

Kirimkan pesan teks, lakukan panggilan telepon, dan jadwalkan makan siang. Kamu tidak memerlukan tempat kerja untuk memvalidasi kebutuhan sosialmu, ini karena inisiatif dapat melakukannya dengan baik.

2. Terlalu berpegang teguh pada identitas lama

Terkadang, orang yang telah bekerja selama puluhan tahun mendefinisikan dirinya hanya berdasarkan jabatannya. Saat masa pensiun tiba, mereka berjuang untuk menemukan tujuan hidup yang baru.

Mereka terus membicarakan tentang “masa lalu yang indah,” dan hal ini akhirnya menjauhkan orang-orang daripada membangun jembatan. Ketika kita membatasi diri pada satu dimensi, seperti jabatan lama, kita melupakan semua lapisan lain yang membentuk jati diri kita.

Hal ini dapat membuat kita merasa ketinggalan zaman, seperti pameran museum yang tidak lagi dikunjungi. Ingatlah, kamu memiliki minat, pengetahuan, dan pengalaman yang jauh melampaui ruang kantor.

3. Membiarkan diri bermalas-malasan secara fisik

Baca Juga: Moncer Bersama Bali United, Irfan Jaya Pilih Merendah Soal Masuk Timnas Indonesia dan Doakan Patrick Kluivert Lolos Piala Dunia

Merasa dilupakan seringkali dikaitkan dengan kelesuan di bidang kehidupan lainnya, terutama aktivitas fisik. Sangat menggoda untuk bermalas-malasan, menonton TV, dan berkata pada diri sendiri bahwa kamu "berhasil." Setelah bertahun-tahun bekerja, kamu mungkin memang pantas untuk beristirahat.

Namun pada akhirnya, terlalu banyak waktu senggang dapat memicu perasaan kesepian. Bila kamu menghindari pergerakan sama sekali, kamu juga akan menghindari kesempatan cepat dan spontan untuk bertemu tetangga atau bertemu seseorang di kelas kebugaran.

Kamu tidak perlu mulai berlatih fisik untuk maraton. Bahkan jalan cepat atau rutinitas peregangan ringan dapat membuatmu tetap aktif secara fisik dan terbuka secara sosial.

4. Menolak meminta bantuan atau dukungan

Banyak pensiunan yang mengambil pendekatan “Saya sudah bekerja selama ini, saya bisa menangani apa pun”. Itulah sifat lama yang mengandalkan diri sendiri. Namun, menolak meminta bantuan, baik secara emosional maupun praktis, bisa menjadi tiket sekali jalan menuju kota yang sepi.

Sebenarnya, orang-orang pada umumnya suka membantu. Hal itu juga membuat mereka merasa senang. Menolak tawaran mereka atau tidak pernah menyuarakan kebutuhanmu hanya akan membangun tembok di sekelilingmu.

Meminta teman mengantarkan kamu ke dokter atau membantu kamu mengerjakan proyek rumah bisa menjadi koneksi yang kamu butuhkan untuk mengusir rasa sepi.

Jika kamu merasa malu, mulailah dari hal kecil. Mungkin tanyakan saja pada tetangga apakah mereka mau berbagi secangkir kopi sambil memperbaiki pagar yang berderit bersama-sama.

5. Menghabiskan terlalu banyak waktu untuk merenung

Baca Juga: Top 6 Shio yang Paling Beruntung dan Makmur di Tahun 2025 Menurut Astrologi Tiongkok, Disayangi Dewa Langit!

Kenegatifan itu seperti magnet, ia menarik lebih banyak kenegatifan lainnya. Jika kamu menghabiskan hari-hari dengan memikirkan pikiran-pikiran suram yang sama seperti saya sudah tua, saya tidak relevan, tidak ada yang peduli, kamu akhirnya akan mempercayainya.

Jika kamu memercayainya, kamu mulai bertindak dengan cara yang memperkuatnya. Tentu, kita semua memiliki penyesalan atau keluhan, terutama setelah puluhan tahun hidup. Tetapi terus menerus mengulanginya dapat sangat menghambat kemampuan untuk menikmati masa kini.

Kamu dapat mengalihkan perhatian dengan hobi atau mencoba menulis jurnal. Namun, membiarkan pikiran-pikiran tersebut mendominasimu akan membuat kesepian tetap ada dan baik-baik saja.

6. Menghindari keluar dari zona nyaman

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa masa pensiun adalah saatnya untuk merasa nyaman dan menikmati apa yang terbaik. Namun, rasa nyaman dapat dengan cepat berubah menjadi rasa puas diri, terutama jika kamu mulai menghindari aktivitas baru atau acara sosial.

Mencoba sesuatu yang baru, entah itu menjadi sukarelawan, belajar memainkan alat musik, atau bergabung dengan kelompok diskusi lokal, akan membuka wawasanmu terhadap wajah dan perspektif baru.

Bahkan dengan mendaftar di kelas melukis lokal atau menghadiri klub buku di perpustakaan, kamu juga akan dapat menemukan hubungan yang tidak pernah kamu bayangkan.

7. Membandingkan hidupnya dengan orang lain

Baca Juga: Kenapa Ada Orang yang Jarang Posting di Media Sosial? Psikologi Ungkap 7 Sifat Langka Ini

Sangat mudah untuk melihat tetanggamu mengunggah foto-foto pelayaran mereka di Eropa atau mantan rekan kerjamu membanggakan diri karena mengasuh cucu-cucu setiap akhir pekan dan berpikir: Mengapa hidup saya tidak semenyenangkan itu?

Kebiasaan menelusuri media sosial atau hanya mendengarkan hal-hal terbaik tentang masa pensiun orang lain akan membuatmu merasa kesepian. Perbandingan, dalam banyak kasus, benar-benar mencuri kebahagiaan.

Hal ini membuatmu akhirnya mengukur pengalamanmu dengan pengalaman orang lain yang telah dikurasi. Semakin sering kamu melakukan ini, semakin kamu akan merasa terlupakan, seolah-olah seluruh dunia bergerak maju dan kamu hanya diam saja.

Tidak apa-apa mengambil inspirasi dari orang lain, tetapi ingatlah bahwa kamu memiliki jalan unik sendiri, yang tidak kalah validnya.

8. Berasumsi bahwa tahun-tahun terbaik sudah berakhir

Baca Juga: 8 Ciri Orang yang Sangat Sulit Dimanipulasi, Mulai dari Memiliki Kesadaran Diri hingga Ketahanan yang Kuat

Ini mungkin kebiasaan yang paling berbahaya. Saat kamu memutuskan bahwa yang terbaik sudah berlalu, kamu mulai bertindak seperti itu. Kamu akan berhenti bermimpi, berhenti membuat rencana, dan berhenti membiarkan diri kamu berharap.

Para kru di Harvard Health Publishing menekankan pentingnya tetap aktif secara mental dan optimis demi kesehatan secara keseluruhan. Bila kamu beroperasi seolah-olah masa depan tidak menyimpan sesuatu yang menyenangkan atau berarti, kamu tidak akan mencarinya.

Peluang punya cara untuk bersembunyi dari mereka yang sudah meyakinkan diri sendiri bahwa tidak ada lagi yang bisa ditemukan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore