Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Mei 2026 | 00.47 WIB

Purna Tugas Bukan Akhir Produktivitas: Kisah Pensiunan ASN Bangun Usaha dan Kolam Ikan di Desa

Ilustrasi pensiunan tetap berdaya meski sudah tidak lagi mendapat pemasukan pasti sebagai ASN. (Istimewa) - Image

Ilustrasi pensiunan tetap berdaya meski sudah tidak lagi mendapat pemasukan pasti sebagai ASN. (Istimewa)

JawaPos.com - Masa pensiun kerap dibayangkan sebagai fase berhenti bekerja dan menikmati hari tua. Namun bagi Koeswanto, 63, pensiun justru menjadi awal untuk tetap aktif, produktif, dan mandiri secara finansial.

Pensiunan ASN yang tinggal di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang itu kini menjalani hari-hari dengan mengurus kolam ikan, berkebun, hingga membuka toko kelontong di rumahnya. Aktivitas tersebut menjadi cara agar tetap berdaya setelah tidak lagi menerima penghasilan penuh usai pensiun sebagai aparatur sipil negara.

”Dana pensiun dari pemerintah ASN itu tidak seberapa,” ujar Koeswanto saat menceritakan kehidupannya setelah purna tugas.

Kesadaran bahwa dana pensiun terbatas membuatnya mulai memikirkan usaha sampingan bahkan sebelum resmi pensiun. Dia menilai banyak ASN membutuhkan persiapan matang agar tetap memiliki penghasilan dan kegiatan produktif di masa tua.

”Pada saat kita pensiun, saya yakin semua ASN membutuhkan dana untuk persiapan pensiun dan untuk kebutuhan keluarga,” kata Koeswanto.

Menyiapkan Masa Pensiun Sejak Sebelum Purna Tugas

Setiap pagi, Koeswanto menikmati suasana pedesaan yang tenang ditemani suara aliran sungai di depan rumahnya. Lingkungan itu kemudian dia manfaatkan untuk membuat beberapa kolam ikan.

”Saya punya kegiatan setelah purna tugas. Kebetulan saya tinggal di desa dan ada sedikit tanah yang bisa saya buatkan kolam. Di depan rumah saya juga ada sungai yang airnya mengalir dengan bagus. Jadi, kita buat beberapa kolam,” tutur Koeswanto.

Meski sudah memiliki gambaran ingin hidup tenang di desa, dia mengaku sempat bingung menentukan langkah usaha setelah pensiun. ”Sudah punya rencana tetapi belum terarah,” papar Koeswanto.

Kondisi tersebut umum dialami banyak pekerja menjelang pensiun. Tidak sedikit yang memiliki tabungan atau pesangon, tetapi belum tahu bagaimana mengelola dana agar tetap produktif dan berkelanjutan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore