Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Februari 2025 | 05.57 WIB

9 Perilaku yang Ditunjukkan Orang Sedang FOMO Menurut Psikologi, Kamu Juga Begitu?

Perilaku orang sedang FOMO menurut psikologi - Image

Perilaku orang sedang FOMO menurut psikologi

JawaPos.com – FOMO (Fear of Missing Out) adalah fenomena psikologis di mana seseorang merasa takut tertinggal atau kehilangan momen penting atau trend terkini yang dialami orang lain.

Orang yang mengalami FOMO cenderung memiliki dorongan kuat untuk selalu terhubung dengan media sosial dan lingkungan sekitar demi memastikan mereka tidak melewatkan sesuatu yang menarik.

Dilansir dari geediting.com pada Minggu (9/2), diterangkan bahwa terdapat sembilan perilaku yang ditunjukkan orang sedang FOMO menurut psikologi.

1. Jadwal yang terlalu padat

Kebiasaan mengisi jadwal yang terlalu padat merupakan indikator kuat seseorang mengalami FOMO. Hal ini terlihat dari kecenderungan untuk selalu menyetujui setiap undangan pertemuan atau kegiatan sosial, bahkan ketika waktu istirahat sudah sangat terbatas.

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang dengan tingkat FOMO tinggi sering mengalami peningkatan level stres karena jarang memberikan kesempatan bagi diri mereka untuk beristirahat dan memulihkan energi.

Jadwal yang overbooked bukan hanya soal kesibukan semata, tetapi lebih kepada kekhawatiran bahwa setiap slot kosong bisa berarti kehilangan kesempatan untuk terhubung, belajar, atau bersenang-senang.

2. Scrolling tanpa henti

Media sosial menjadi pemicu utama FOMO karena platform ini menampilkan highlight terbaik dari kehidupan orang lain. Saat kamu berencana hanya mengecek media sosial “semenit saja”, tanpa sadar waktu sudah berlalu berjam-jam karena terjebak melihat foto-foto liburan pantai, renovasi rumah baru, atau reuni keluarga besar.

Riset menemukan bahwa pengguna media sosial berlebihan seringkali melaporkan tingkat kecemburuan dan ketidakpuasan yang lebih tinggi terhadap kehidupan mereka sendiri. Yang perlu diingat adalah konten yang dilihat hanyalah versi kurasi dari keseharian seseorang, bukan realitas lengkapnya.

3. Ragu dengan undangan sosial

FOMO tidak selalu tentang mengatakan “ya” pada setiap kesempatan. Terkadang ia muncul sebagai kecemasan berlebihan saat memutuskan untuk menolak undangan. Ketika mendapat undangan pesta, pikiran akan dipenuhi kekhawatiran selama seminggu penuh tentang keputusan untuk tidak hadir.

Bahkan saat akhirnya memutuskan untuk datang, kekhawatiran tetap muncul - jika datang, ada kekhawatiran membuang waktu, jika tidak datang, ada ketakutan melewatkan pengalaman berharga.

4. Pengecekan berulang

Orang dengan FOMO memiliki kebiasaan mengecek perangkat secara kompulsif - mulai dari pesan teks, email, hingga notifikasi media sosial sepanjang hari. Dorongan untuk “mengecek” apa yang terjadi bisa muncul bahkan di tengah percakapan penting dengan orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore