Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Februari 2025 | 18.10 WIB

8 Tanda Bahwa Pasangan Kamu Bukan Orang Baik Menurut Psikologi, Apa Saja?

Tanda bahwa pasangan kamu bukan orang baik menurut psikologi. (Freepik/ pressfoto) - Image

Tanda bahwa pasangan kamu bukan orang baik menurut psikologi. (Freepik/ pressfoto)

JawaPos.com – Dalam hubungan, tidak semua pasangan menunjukkan sikap yang tulus dan baik sejak awal. Beberapa individu memiliki sifat yang sulit dikenali pada awalnya, tetapi seiring waktu, tanda-tanda bahwa mereka bukan orang baik akan mulai terlihat.

Menurut psikologi, ada beberapa ciri yang bisa menjadi indikator bahwa pasangan kamu mungkin bukan orang baik. Ciri-ciri ini tidak selalu muncul secara bersamaan, tetapi jika beberapa di antaranya ada dalam hubungan kamu, mungkin ini saatnya untuk berpikir ulang.

Dilansir dari geediting.com pada Minggu (9/2), diterangkan bahwa terdapat delapan tanda yang menunjukkan bahwa pasangan kamu bukanlah orang baik menurut psikologi.

  1. Perlakuan berbeda pada orang asing

Fenomena ini sangat umum terjadi dimana pasangan bersikap sangat ramah dan penuh pesona saat berhadapan dengan orang lain, namun berubah dingin ketika berinteraksi dengan pasangannya sendiri.

Kebaikan yang ditunjukkan seharusnya bersifat konsisten, bukan hanya diberikan kepada orang lain untuk menjaga image semata.

Jika mereka mampu bersikap sopan dan hormat kepada pelayan, rekan kerja, atau bahkan orang asing di jalan, tapi kasar dan tidak sabar terhadap pasangan, ini menunjukkan karakter asli mereka yang sebenarnya.

Sikap baik yang tulus akan selalu konsisten terutama pada orang yang mereka klaim paling mereka pedulikan.

  1. Tidak pernah meminta maaf

Dalam setiap pertengkaran, mereka selalu mencari cara untuk menyalahkan pasangannya dan menolak mengakui kesalahan sendiri.

Alih-alih mengucapkan kata maaf dengan tulus, mereka lebih suka membuat alasan, mengalihkan kesalahan, atau menuduh pasangan terlalu berlebihan dalam menyikapi masalah.

Sikap ini menunjukkan kurangnya rasa hormat dan tanggung jawab dalam hubungan. Orang yang baik akan menghargai perasaan pasangannya dan bersedia mengakui kesalahan mereka ketika memang bersalah.

  1. Lelucon yang menyakitkan

Humor seharusnya menciptakan tawa bersama, bukan menjadi alat untuk merendahkan pasangan. Beberapa orang sering menyamarkan hinaan mereka sebagai lelucon, dan ketika ditegur, mereka akan mengatakan bahwa pasangan mereka terlalu sensitif atau tidak bisa diajak bercanda.

Penelitian menunjukkan bahwa humor yang bersifat pasif-agresif seperti sarkasme dan pujian yang bermakna ganda sering digunakan sebagai cara untuk menunjukkan dominasi dalam hubungan. Pasangan yang baik akan menggunakan humor untuk menghibur dan mempererat hubungan, bukan untuk merendahkan.

  1. Kebaikan yang bersyarat

Kebaikan yang hanya muncul ketika mereka menginginkan sesuatu bukanlah kebaikan yang tulus, melainkan bentuk manipulasi. Pasangan yang hanya bersikap manis, penuh kasih sayang, atau perhatian ketika membutuhkan bantuan sedang menunjukkan sifat manipulatif mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore