Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 00.57 WIB

10 Perilaku Perempuan yang Tidak Pernah Benar-benar Jatuh Cinta, Menurut Psikologi

Ilustrasi seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar jatuh cinta. (Freepik). - Image

Ilustrasi seorang perempuan yang tidak pernah benar-benar jatuh cinta. (Freepik).

JawaPos.com - Cinta adalah salah satu perasaan yang mudah dikenali saat itu nyata, tetapi bagaimana jika itu tidak terjadi?

Terkadang, seseorang menjalani hidup dengan keyakinan bahwa mereka telah merasakan cinta, padahal itu bisa jadi hanya obsesi sementara, kenyamanan, atau bahkan sekadar gagasan tentang cinta.

Bagi perempuan yang belum pernah benar-benar jatuh cinta, ada beberapa perilaku yang bisa menggambarkan pengalaman mereka. Ini bukanlah sebuah penilaian, melainkan pola yang bisa kita pahami lewat pendekatan psikologi.

Melalui pemahaman perilaku-perilaku ini, kita bisa mulai melihat bagaimana masa lalu membentuk cara kita menjalin hubungan dan koneksi emosional.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (5/2), berikut ini 10 perilaku perempuan yang belum pernah merasakan cinta sejati menurut psikologi.

1. Membingungkan Obsesi dengan Cinta

Salah satu perilaku yang umum pada perempuan yang belum pernah benar-benar jatuh cinta adalah kebingungan antara obsesi dengan cinta sejati. Obsesi datang begitu cepat dan menggebu, sering kali penuh kegembiraan dan bisa terasa sangat mengguncang. Namun, cinta sejati lebih dalam; terbangun atas dasar kepercayaan, pemahaman, dan hubungan yang tahan lama.

Psikolog Erich Fromm dalam bukunya The Art of Loving mengatakan, “Cinta yang belum matang berkata: 'Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu.' Cinta yang matang berkata: 'Aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu.'” Perempuan yang belum merasakan cinta sejati cenderung lebih terfokus pada sensasi dibutuhkan atau diinginkan, dan itu sering kali disalahartikan sebagai kedalaman emosional.

2. Menghindari Kerentanannya dalam Hubungan

Banyak perempuan yang merasa mereka harus selalu kuat dan menjaga emosi mereka tetap tertutup. Mereka terlibat dalam hubungan tanpa benar-benar membuka diri. Takut memperlihatkan ketakutan, ketidakamanan, atau bahkan impian terdalam mereka, karena merasa ini akan memberikan kekuasaan pada orang lain dan itu menakutkan.

Namun, cinta sejati membutuhkan kerentanan—membiarkan seseorang melihat sisi tak sempurna kita dan mempercayai bahwa mereka tidak akan pergi. Tanpa kerentanan, mungkin kita bisa terhubung di level permukaan, tetapi kedekatan sejati menjadi mustahil tercapai.

3. Mencari Pengakuan, Bukan Koneksi

Sering kali, seseorang yang belum pernah jatuh cinta sejati, mencari hubungan bukan untuk terhubung, tetapi untuk mendapatkan pengakuan. Pujian, tatapan penuh perhatian, dan pesan-pesan seperti "Aku merindukanmu" bisa menjadi bukti bahwa mereka cukup. Namun, pada akhirnya, ini terasa kosong.

Cinta sejati bukan tentang pengakuan dari orang lain, melainkan tentang dua individu yang saling memilih dan berbagi kehidupan mereka. Jika kita belum mencintai diri sendiri sepenuhnya, maka tidak ada perhatian dari orang lain yang bisa mengisi kekosongan itu.

4. Mengidolakan Romansa Tetapi Takut pada Komitmen

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore