Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 18.18 WIB

Dampak Fatherless: Pria yang Tidak Menjalin Hubungan Dekat dengan Ayahnya Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Saat Dewasa

Pria yang Tidak Menjalin Hubungan Dekat dengan Ayahnya Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Saat Dewasa - Image

Pria yang Tidak Menjalin Hubungan Dekat dengan Ayahnya Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Saat Dewasa

JawaPos.com - Pernahkah kamu bertemu dengan pria yang tampak kesulitan mengendalikan emosinya, selalu mencari pengakuan, atau justru memendam perasaannya? Bisa jadi, ini ada hubungannya dengan pengalaman masa kecilnya.

Hubungan anak dan ayah punya peran besar dalam membentuk kepribadian seseorang, terutama bagi anak laki-laki. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pria yang tidak dekat dengan ayah saat kecil cenderung mengalami dampak psikologis tertentu saat dewasa.

Dilansir dari laman Geediting.com pada Kamis (30/1) berikut adalah 8 perilaku umum yang sering terlihat pada pria yang mengalami dampak fatherless:

1. Kesulitan Mengontrol Emosi

Pria yang tumbuh tanpa hubungan emosional dengan ayahnya sering mengalami kesulitan memahami emosinya sendiri, apalagi emosi orang lain. Mereka tidak terbiasa mengekspresikan perasaan dengan sehat, sehingga emosi yang seharusnya dikelola dengan baik justru meledak dalam bentuk amarah atau malah ditekan dalam-dalam.

Bisa dibilang, mereka seperti mencoba membaca peta dalam bahasa yang tidak mereka mengerti. Namun, ini bukan sesuatu yang tidak bisa diubah. Menyadari akar permasalahan adalah langkah awal untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik.

2. Kesulitan Berinteraksi dengan Figur Laki-laki yang Memegang Otoritas

Pria yang tidak dekat dengan ayah biasanya tumbuh tanpa contoh bagaimana berinteraksi dengan figur laki-laki yang memiliki otoritas, seperti bos di tempat kerja atau mentor di lingkungan profesional.

Hal ini bisa terjadi karena ayah yang seharusnya menjadi contoh dalam membangun hubungan dengan figur otoritas tidak hadir atau tidak memiliki hubungan yang dekat dengan anaknya. Akibatnya, mereka bisa merasa canggung, defensif, atau bahkan menaruh perasaan tidak nyaman ketika harus berhadapan dengan laki-laki yang memiliki posisi lebih tinggi.

3. Mengejar Pengakuan Terus-Menerus

Beberapa pria yang tidak memiliki hubungan baik dengan ayahnya sering kali merasa perlu membuktikan diri di hadapan orang lain. Mereka bisa menjadi workaholic, gila perhatian, atau selalu berusaha membuat orang lain terkesan.

Hal ini bisa dilacak ke dalam psikologi evolusi. Sejak zaman dulu, nenek moyang kita harus mendapatkan validasi dari kelompoknya untuk bertahan hidup. Namun, bagi pria yang mengalami dampak fatherless, dorongan ini bisa menjadi lebih kuat karena mereka tidak mendapatkan pengakuan dan validasi dari figur ayah saat masih kecil.

4. Selalu Harus Berlagak Kuat

Sejak kecil, mereka mungkin tidak memiliki ruang aman untuk menunjukkan perasaan atau meminta bantuan tanpa takut dihakimi. Ayah yang seharusnya menjadi tempat berlindung malah tidak hadir dalam kehidupan mereka.

Akibatnya, mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa menunjukkan kelemahan adalah sesuatu yang harus dihindari. Ini membuat mereka selalu ingin terlihat kuat, mandiri, dan tidak membutuhkan siapa pun. Padahal, di balik itu semua, ada ketakutan besar untuk terlihat rentan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore