
Ilustrasi orang yang egois. (Freepik)
JawaPos.Com - Empati merupakan fondasi dari hubungan yang sehat, baik itu dalam pertemanan, keluarga, maupun lingkungan kerja.
Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk benar-benar memahami atau peduli terhadap perasaan orang lain.
Mungkin tanpa disadari, kita memiliki perilaku yang lebih mementingkan diri sendiri daripada yang seharusnya.
Menyadari dan mengenali tanda-tanda sifat egois bukanlah hal yang mudah, apalagi jika kita merasa bahwa diri kita adalah orang yang peduli.
Tetapi, psikologi mengungkapkan bahwa ada perilaku tertentu yang menjadi indikator kurangnya empati, yang bisa berdampak besar pada hubungan dan kehidupan sosial kita.
Dilansir dari Geediting, inilah delapan tanda Anda mungkin egois dan kurang empati, sehingga Anda bisa lebih memahami diri sendiri dan mulai memperbaikinya.
1. Sulit Merayakan Keberhasilan Orang Lain
Pernahkah Anda merasa iri atau bahkan kesal ketika seseorang di sekitar Anda mendapatkan pencapaian besar?
Bagi orang yang memiliki sifat egois, keberhasilan orang lain sering kali dirasakan sebagai ancaman terhadap harga diri mereka sendiri.
Alih-alih memberikan ucapan selamat atau menunjukkan dukungan, mereka lebih cenderung mengabaikan momen tersebut, tetap diam, atau bahkan meremehkan pencapaian itu dengan komentar seperti, “Ah, itu biasa saja,” atau “Kalau aku, pasti lebih baik.”
Sikap ini menunjukkan adanya kesulitan untuk melihat pencapaian orang lain secara objektif dan menerima bahwa keberhasilan mereka tidak ada hubungannya dengan nilai diri Anda.
Padahal, merayakan kebahagiaan orang lain justru dapat mempererat hubungan dan membuat Anda merasa lebih terhubung secara emosional.
2. Cenderung Mendominasi Percakapan
Apakah Anda merasa perlu menjadi pusat perhatian setiap kali berbicara dengan orang lain?
Orang yang egois sering kali mendominasi percakapan dengan terus membahas diri mereka sendiri, mulai dari pengalaman, pandangan, hingga pencapaian mereka.
