
Ilustrasi bekerja (drobotdean/freepik.com)
JawaPos.com - Lingkungan kerja toxic umumnya memiliki karakteristik yang kompleks dan sulit didefinisikan. Tidak ada satu definisi tunggal yang berlaku untuk semua situasi.
Selain itu, persepsi orang terhadap lingkungan kerja juga sangat subjektif, dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, kepribadian, dan nilai-nilai yang dianut.
Apa yang dianggap sebagai lingkungan kerja yang beracun oleh seseorang, mungkin tidak dianggap demikian oleh orang lain.
Dikutip dari themuse.com, berikut beberapa cara menangani lingkungan kerja yang toxic supaya tidak merusak kesehatan mental dan fisik.
1. Pertimbangkan pilihanmu
Kamu biasanya punya dua pilihan, yakni bertahan dan menghadapi situasi yang toxic, atau pergi. Meskipun terlihat seperti pilihan yang mudah, kenyataannya mungkin kamu perlu bertahan sementara karena alasan tertentu, seperti masalah keuangan atau imigrasi, atau kurangnya pilihan lain di industri.
Perusahaanmu mungkin menawarkan keuntungan yang jarang, seperti pekerjaan jarak jauh atau tunjangan pengasuhan anak yang penting. Ini membuat keputusan menjadi lebih rumit, sehingga kamu harus mempertimbangkan pilihan dengan hati-hati sebelum melangkah lebih jauh.
2. Peroleh kembali kekuatanmu
Pengalaman bekerja di lingkungan toxic seringkali meninggalkan bekas luka emosional yang dalam. Namun, terapi dapat membantu kita mengidentifikasi pola pikir dan perilaku yang tidak sehat yang mungkin telah kita kembangkan sebagai akibat dari pengalaman tersebut.
Dengan memahami akar masalah, kita mampu mengembangkan keterampilan baru yang memungkinkan kita dalam menetapkan batasan yang lebih sehat, berkomunikasi dengan lebih efektif, dan membangun rasa percaya diri yang lebih kuat.
3. Atasi titik konflik
Bohemond menyoroti pentingnya komunikasi terbuka guna mengatasi masalah di tempat kerja. Dengan mengadakan percakapan yang mencerahkan, maka karyawan dapat mencoba memperbaiki dinamika interpersonal yang bermasalah.
Kuncinya adalah menciptakan ruang yang aman untuk dialog, di mana semua pihak bisa menyampaikan pandangan mereka tanpa merasa terancam. Dengan demikian, diharapkan dapat terjadi perubahan positif, walaupun dalam skala yang lebih kecil.
4. Tanyakan pada dirimu siapa yang bisa membantumu
Lingkungan kerja toxic bisa menciptakan tekanan psikologis yang signifikan, mendorong kita untuk melampaui batas kemampuan kita. Kita umumnya merasa bersalah atau tidak kompeten jika tidak dapat memenuhi semua tuntutan yang ada.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
