Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Januari 2025 | 18.24 WIB

8 Frasa yang Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental Saat Berada di Titik Terendah: Apa Saja?

Iustrasi orang yang mengucap frasa positif untuk meningkatkan kesehatan mental. (Unsplash.com/OlegIvanov)


JawaPos.com - Pada dasarnya, kehidupan manusia memang tidak ada yang baik-baik saja. Baik mereka yang tampak kaya, memiliki keluarga harmonis, atau pasangan setia, semua itu tak terlepas dari ujian. Oleh karena itu, kesehatan mental perlu dijaga dengan seimbang.

Mengutip dari laman Prudential Syariah, saat kesehatan mental terjaga, seseorang akan lebih mudah dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, dan membuat pilihan.

Kesehatan mental juga perlu dijaga sejak kita kecil, remaja, dewasa, hingga fase lansia. Karena dari masing-masing fase tersebut ada ujian-ujian tertentu agar kita mampu tumbuh dan berkembang.

Dilansir dari laman Your Tango pada (22/01), ada 8 frasa yang bisa meningkatkan kesehatan mental saat berasa di titik terendah :

1. "Kesehatan mental adalah kondisi bawaan manusia"

Kamu tidak perlu memperbaikinya, cukup hanya merawat tubuh dengan baik dan melepaskan gagasan bahwa kamu adalah 'istimewa' tapi sangat 'unik'. Kita semua perlu menyadari bahwa bukan hanya kita yang merasa menderita, bahkan orang lain pun bisa mengalami lebih dari itu.

2. "Melakukan tiga tarikan napas panjang dan lambat melalui hidung"

Penelitian pada tahun 2023 menunjukkan bahwa teknik pernapasan, khususnya latihan pernapasan lambat dan terkontrol, berpengaruh signifikan terhadap sistem saraf.

Mereka dapat mengurangi stres dan kecemasan serta meningkatkan relaksasi dengan berdampak langsung pada respons fisiologis tubuh melalui peningkatan aktivitas saraf vagal. Hal ini dapat secara efektif mengelola berbagai kondisi kesehatan mental dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

3. "Pikiran negatif tidak bisa dihindari"

Banyak 'guru' yang akan memberi tahu kamu bahwa harus berhenti berpikir dan fokus pada hal positif, dan itu tidak mungkin.

Pikiran negatif akan muncul, suka atau tidak, hingga hari kematian. Perbedaan antara orang-orang yang lebih sering bahagia dibandingkan mereka yang terus terjerumus ke dalam penderitaan mental adalah sejauh mana mereka menerima 'keseriusan' pikiran negatif.

Mereka lebih ringan hati dengan pikirannya dan membiarkannya muncul dan melayang alih-alih berpegang teguh pada hal itu

4. "Kesehatan mental adalah sebuah kebiasaan"

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore