
seseorang yang lebih suka menggunakan pesan teks (Magnific/freepik)
JawaPos.com - Di era digital, cara orang berkomunikasi semakin beragam. Ada yang nyaman berbicara lewat telepon, ada juga yang jauh lebih memilih pesan teks seperti WhatsApp, SMS, atau chat media sosial. Menariknya, dalam psikologi komunikasi, preferensi ini sering kali tidak sekadar soal kebiasaan, tetapi juga berkaitan dengan pola kepribadian, cara memproses emosi, dan kebutuhan akan kontrol sosial.
Namun penting untuk diingat: tidak ada satu ciri pun yang berlaku mutlak. Preferensi komunikasi dipengaruhi banyak hal, termasuk budaya, pekerjaan, dan pengalaman hidup. Meski begitu, beberapa pola umum sering ditemukan pada orang yang lebih memilih teks daripada panggilan suara.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan ciri yang sering dikaitkan dengan preferensi tersebut menurut berbagai temuan psikologi komunikasi dan perilaku.
1. Lebih Suka Mengontrol Waktu dan Respons
Orang yang memilih pesan teks biasanya menyukai kontrol dalam berkomunikasi. Dengan teks, mereka bisa memilih kapan harus merespons tanpa tekanan harus langsung menjawab seperti dalam telepon.
Bagi mereka, komunikasi yang baik adalah komunikasi yang tidak mengganggu alur aktivitas. Mereka cenderung merasa lebih tenang ketika bisa memikirkan jawaban terlebih dahulu.
2. Cenderung Memikirkan Jawaban dengan Lebih Matang
Pesan teks memberikan ruang untuk refleksi. Individu dengan preferensi ini biasanya ingin memastikan apa yang mereka sampaikan sudah tepat, tidak menyinggung, dan sesuai konteks.
Dalam psikologi kognitif, ini sering berkaitan dengan high deliberation style, yaitu kecenderungan untuk memproses informasi secara lebih hati-hati sebelum merespons.
3. Merasa Lebih Nyaman dengan Interaksi yang Tidak Langsung
Bagi sebagian orang, percakapan langsung lewat suara bisa terasa intens atau melelahkan secara emosional. Teks memberikan jarak psikologis yang membuat interaksi terasa lebih aman dan terkontrol.
Hal ini bukan berarti mereka tidak sosial, tetapi mereka lebih nyaman dengan bentuk interaksi yang tidak terlalu menekan secara spontan.
4. Memiliki Kecenderungan Introversi (Tidak Selalu, tapi Sering Terlihat)
Banyak penelitian komunikasi menunjukkan bahwa individu introvert sering lebih menyukai komunikasi tertulis. Ini karena mereka menghemat energi sosial dengan menghindari percakapan real-time yang membutuhkan respons cepat.
Namun penting digarisbawahi: tidak semua pengguna teks adalah introvert, dan tidak semua introvert menghindari telepon.
5. Lebih Sensitif terhadap Gangguan atau Interupsi
Telepon sering dianggap mengganggu karena bersifat langsung dan tidak terjadwal. Orang yang lebih suka teks biasanya menghargai fokus dan tidak ingin aktivitasnya terganggu secara tiba-tiba.
Dalam psikologi perhatian, ini berkaitan dengan kebutuhan akan cognitive uninterrupted flow, yaitu kondisi fokus tanpa interupsi eksternal.
6. Lebih Ekspresif melalui Tulisan daripada Suara
Sebagian orang merasa lebih mudah mengekspresikan diri lewat teks. Mereka bisa menambahkan emoji, mengatur kata-kata, atau menyusun pesan agar lebih sesuai dengan emosi yang ingin disampaikan.
Ini menunjukkan preferensi terhadap komunikasi yang lebih terstruktur dan dapat diedit.
7. Cenderung Menghindari Tekanan Sosial Instan
Panggilan telepon sering menciptakan tekanan untuk “harus langsung respons”. Bagi sebagian orang, hal ini bisa memicu kecemasan ringan atau ketidaknyamanan sosial.
Pesan teks mengurangi tekanan tersebut karena memberikan ruang untuk berpikir tanpa diawasi secara langsung.
8. Memiliki Gaya Komunikasi yang Lebih Terkontrol dan Strategis
Orang yang lebih suka teks sering kali memikirkan bagaimana pesan mereka akan diterima. Mereka cenderung memilih kata dengan hati-hati dan menghindari miskomunikasi.
Dalam psikologi komunikasi, ini sering dikaitkan dengan gaya komunikasi yang lebih strategic self-presentation, yaitu kesadaran tinggi terhadap bagaimana diri mereka dipersepsikan orang lain.
Kesimpulan
Preferensi antara pesan teks dan panggilan telepon bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga mencerminkan cara seseorang mengelola perhatian, emosi, dan interaksi sosial.
Orang yang lebih suka pesan teks umumnya bukan “anti-sosial”, melainkan lebih menyukai komunikasi yang:
terkontrol,
tidak mendadak,
dan memberi ruang berpikir.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
