
tipe teman yang tidak layak jalin hubungan menurut psikologi. (Freepik/ tirachardz)
JawaPos.com – Dalam membangun hubungan, teman yang mendukung dan memahami adalah kunci untuk pertumbuhan pribadi dan emosional. Namun, tidak semua orang layak dipertahankan sebagai kawan dekat, terutama jika mereka memiliki sifat atau perilaku yang merugikan.
Menurut psikologi, ada tipe teman tertentu yang justru membawa dampak negatif dalam hidup kamu, seperti membuat stres, memanipulasi, atau tidak menghormati batasan.
Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (17/1), diterangkan bahwa terdapat tujuh tipe teman yang tidak layak mempertahankan hubungan dengan mereka menurut Psikologi.
Beberapa orang memang memiliki kebiasaan mengeluh tanpa henti tentang berbagai hal dalam hidup mereka. Mereka selalu bisa menemukan sisi negatif dari setiap situasi positif yang ada, bahkan ketika semua hal berjalan dengan baik.
Sikap ini bukan hanya mempengaruhi suasana hati orang di sekitarnya, tetapi juga bisa berdampak negatif pada pandangan hidup kamu secara keseluruhan, karena emosi negatif sama menularnya dengan emosi positif.
Meski demikian, penting untuk membedakan antara teman yang sesekali butuh tempat untuk mencurahkan isi hati dengan mereka yang terus-menerus mengeluh tanpa ada upaya untuk berubah.
Ada tipe teman yang selalu berusaha mengungguli pencapaian atau pengalaman orang lain, seperti yang dialami dengan teman kuliah bernama Jake. Setiap kali seseorang membagikan cerita kesuksesan atau pengalaman mereka, orang seperti ini akan langsung menyahut dengan kisah yang lebih hebat atau mengesankan.
Jika kamu bercerita tentang begadang semalaman untuk belajar ujian, dia akan membangga-banggakan bahwa dia melakukannya selama dua malam berturut-turut. Perilaku kompetitif yang berlebihan ini sering kali membuat orang lain merasa tidak nyaman dan bisa berdampak buruk pada kepercayaan diri mereka.
Fenomena teman musim panas menjadi semakin umum dalam masyarakat modern, seperti yang ditunjukkan dalam studi dari American Sociological Review. Penelitian mengungkapkan bahwa jumlata rata-rata orang yang dipercaya oleh masyarakat Amerika untuk berbagi cerita telah menurun hampir sepertiga selama dua dekade terakhir.
Teman tipe ini hanya muncul saat situasi menyenangkan dan menghilang ketika masalah datang. Mereka absen saat kamu benar-benar membutuhkan dukungan, padahal persahabatan sejati seharusnya hadir di setiap kondisi, baik suka maupun duka.
Memiliki teman yang selalu mengkritik bisa sangat melelahkan secara mental dan emosional. Mereka akan menemukan kesalahan dalam setiap aspek kehidupan kamu, mulai dari pilihan hidup hingga pakaian yang kamu kenakan sehari-hari.
Kritikan yang terus-menerus ini berbeda dengan masukan konstruktif yang bertujuan membantu kamu berkembang. Dampaknya bisa sangat merusak, karena bisa menimbulkan keraguan diri, menurunkan kepercayaan diri, dan menciptakan perasaan tidak mampu yang berkepanjangan.
Manipulasi melalui rasa bersalah adalah taktik yang sering digunakan oleh tipe teman ini untuk mengendalikan orang lain.
