Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Januari 2025 | 00.35 WIB

5 Frasa yang Sering Diucapkan Pelaku Gaslighting untuk Memanipulasi Korbannya

Pelaku gaslighting biasa menggunakan beberapa frasa dengan tujuan membuat korbannya meragukan diri sendiri, baik itu terkait emosi, ingatan, atau persepsi mereka. (pexels.com) - Image

Pelaku gaslighting biasa menggunakan beberapa frasa dengan tujuan membuat korbannya meragukan diri sendiri, baik itu terkait emosi, ingatan, atau persepsi mereka. (pexels.com)

JawaPos.com - Perilaku gaslighting adalah salah satu bentuk manipulasi psikologis yang sering kali sulit dikenali. Pelaku gaslighting memiliki tujuan membuat korbannya meragukan diri sendiri, baik itu terkait emosi, ingatan, atau persepsi mereka. 

Dampaknya tidak main-main, karena dapat merusak kesehatan mental dan membuat korban merasa tidak percaya diri dalam menilai realitas. 

Jika Anda sering mendengar frasa-frasa tertentu yang terasa seperti meremehkan atau membatalkan perasaan Anda, waspadalah! Bisa jadi, Anda sedang menjadi korban gaslighting.

Dilansir dari laman Hack Spirit pada Kamis (16/1) berikut adalah 5 frasa yang sering digunakan pelaku gaslighting untuk memanipulasi korbannya.

1. "Kamu baperan"

Ketika Anda mengungkapkan perasaan Anda atau menunjukkan bahwa sesuatu melukai Anda, pelaku gaslighting sering merespons dengan mengatakan, "Kamu baperan." Frasa ini secara tidak langsung menyalahkan Anda atas perasaan Anda sendiri, seolah-olah emosi Anda adalah masalahnya, bukan tindakan mereka. 

Padahal, setiap orang berhak merasakan apa yang mereka rasakan. Namun, pelaku gaslighting sengaja menggunakan taktik ini untuk mengalihkan perhatian dari perilaku mereka sendiri yang tidak pantas. 

Lambat laun, korban bisa merasa bahwa emosi mereka tidak valid, yang tentu saja berdampak buruk pada kesehatan mental mereka.

2. "Kamu mengada-ngada, saya tidak ingat kejadian itu"

Saat Anda mengungkit sebuah peristiwa yang membuat Anda merasa sakit hati, pelaku gaslighting sering kali merespons dengan menyangkal bahwa hal itu pernah terjadi. "Kamu mengada-ngada, saya tidak ingat kejadian itu," adalah salah satu frasa yang paling sering digunakan. 

Ini bukan karena mereka benar-benar lupa, melainkan cara mereka untuk membuat Anda meragukan ingatan Anda sendiri. Akibatnya, Anda mungkin mulai mempertanyakan apakah Anda salah mengingat sesuatu, dan bahkan merasa bersalah karena telah membahasnya. 

Frasa ini adalah bentuk manipulasi psikologis yang dapat membuat korban kehilangan kepercayaan pada diri sendiri.

3. "Kamu gila, reaksimu berlebihan deh"

Pelaku gaslighting juga sering menggunakan frasa ini untuk meremehkan emosi korban. Dengan mengatakan bahwa Anda "gila" atau "bereaksi berlebihan," mereka mencoba membuat Anda merasa tidak rasional. 

Yang menarik, tuduhan ini sering kali justru memicu stres dan emosi negatif yang lebih kuat, sehingga semakin membuat korban merasa tidak terkendali. 

Jika ini terjadi terus-menerus, korban bisa mulai menekan perasaan mereka sendiri karena takut dianggap "berlebihan." Padahal, emosi yang dirasakan adalah reaksi yang wajar terhadap perilaku pelaku.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore