Ilustrasi sepasang suami istri. (freepik)
JawaPos.com - Gaslighting dalam hubungan rumah tangga sering kali tidak disadari karena hadir dalam bentuk kalimat sederhana yang terdengar sepele. Padahal, ucapan-ucapan tertentu yang terus diulang setiap hari bisa membuat pasangan mulai meragukan perasaan, ingatan, bahkan kewarasan dirinya sendiri.
Dalam jangka panjang, hal ini dapat merusak kepercayaan diri dan menciptakan ketimpangan emosional dalam pernikahan. Tanpa disadari, banyak istri yang akhirnya memilih diam karena merasa pendapat dan emosinya selalu dianggap berlebihan atau tidak valid.
Jika kamu sering mendengar 5 frasa berikut dari pasangan, bisa jadi itu bukan sekadar komentar biasa, melainkan bentuk manipulasi emosional yang perlahan mengikis kesehatan mentalmu seperti dirangkum dari laman Your Tango!
Kalimat ini sering digunakan untuk mengabaikan emosi yang kamu rasakan seolah-olah semuanya hanyalah reaksi berlebihan. Alih-alih mencoba memahami sudut pandangmu, pasangan justru memutarbalikkan situasi dengan membuatmu merasa bersalah karena memiliki perasaan tersebut.
Lama-kelamaan, kamu bisa mulai mempertanyakan apakah emosimu memang valid atau hanya dramatisasi semata. Akibatnya, kamu jadi ragu untuk mengungkapkan kekhawatiran di masa depan karena takut kembali dianggap berlebihan.
Sekilas terdengar seperti upaya menenangkan, tetapi sebenarnya kalimat ini bisa menjadi cara untuk membungkammu. Ketika masalah yang menurutmu penting dianggap sepele, kamu dipaksa untuk menekan perasaan sendiri demi menghindari konflik.
Hal ini dapat membuatmu kehilangan kepercayaan terhadap insting pribadi, bahkan mulai berpikir dua kali sebelum menyampaikan sesuatu yang mengganggu pikiranmu. Pada akhirnya, kamu merasa tidak punya ruang aman untuk bercerita.
Ucapan ini secara tidak langsung merendahkan emosimu dengan memberi label tidak dewasa pada reaksimu. Bukannya fokus pada inti masalah, percakapan malah beralih menjadi kritik terhadap sikapmu.
Kamu pun dibuat merasa bahwa pendapatmu tidak layak untuk didengar karena dianggap kekanak-kanakan. Jika terjadi terus-menerus, kamu bisa mulai memendam perasaan dan menganggap bahwa menyampaikan emosi hanyalah kesalahan.
Menyangkal kejadian yang jelas kamu ingat adalah bentuk gaslighting yang paling ekstrem. Ketika pasangan terus mengatakan bahwa sesuatu tidak pernah terjadi, kamu bisa mulai meragukan ingatanmu sendiri.
Kebingungan ini membuatmu merasa seolah hidup dalam realitas yang berbeda. Dalam jangka panjang, kamu mungkin memilih untuk tidak lagi menyampaikan kekhawatiran karena lelah menghadapi penyangkalan yang sama berulang kali.
Saat kamu mencoba menjelaskan perasaan atau sudut pandangmu, pertanyaan ini justru membalikkan situasi sehingga kamu terlihat seperti pihak yang bermasalah. Kamu dipaksa untuk terus menjelaskan diri hingga tampak defensif, padahal kamu hanya berusaha didengar.
Ini sering digunakan untuk menghindari tanggung jawab atas konflik yang terjadi. Akibatnya, komunikasi menjadi buntu dan hubungan dipenuhi siklus pertengkaran tanpa solusi yang jelas.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
