
Ilustrasi seorang pria yang kurang empati. (Freepik)
JawaPos.com - Empati adalah seni memahami orang lain dengan menempatkan diri kita di posisi mereka. Dengan empati, kita bisa menunjukkan kepedulian dan terhubung secara emosional. Sayangnya, tidak semua orang memilikinya.
Orang yang tidak punya empati sering kali kesulitan memahami atau bahkan mengakui perasaan orang lain. Hal ini biasanya tercermin dari perilaku sehari-hari, termasuk pilihan kata atau frasa yang diucapkan.
Menurut psikologi, dilansir dari laman Geediting.com pada Kamis (16/1) berikut adalah tujuh frasa yang sering muncul dari mereka yang menunjukkan kurangnya empati dan kepedulian.
Ketika seseorang berkata seperti ini, mereka pada dasarnya sedang menepis perasaan atau kekhawatiran Anda. Bagi mereka, masalah yang Anda hadapi tampak sepele, sehingga mereka tidak berusaha untuk memahami sudut pandang Anda.
Orang yang tidak punya empati sering kali melihat segala sesuatu hanya dari perspektif mereka sendiri tanpa mencoba menempatkan diri di posisi orang lain.
Namun, penting untuk mempertimbangkan konteks. Jika frasa ini hanya muncul sesekali, bisa jadi mereka sedang mengalami hari yang buruk. Tetapi jika ini menjadi kebiasaan, maka itu adalah tanda jelas kurangnya kepedulian.
Frasa ini sangat mencerminkan kurangnya empati. Dengan mengatakan "Lupakan saja," seseorang pada dasarnya tidak mengakui perasaan Anda atau situasi yang sedang Anda hadapi.
Mereka tidak ingin berusaha untuk memahami atau membantu Anda, tetapi lebih memilih untuk mendorong Anda melupakan masalah tersebut tanpa memberikan dukungan emosional apa pun.
Bagi sebagian orang, ini mungkin terdengar seperti upaya untuk mengakhiri konflik. Namun, bagi penerima, frasa ini bisa terasa seperti penolakan atas validitas emosi mereka.
Frasa ini menunjukkan bahwa seseorang tidak ingin atau tidak mampu memberikan perhatian pada perasaan atau kebutuhan Anda. Orang yang sering mengucapkan kalimat ini cenderung terlalu sibuk dengan diri mereka sendiri.
Menurut penelitian, individu yang sering merasa “tidak punya waktu” untuk emosi orang lain juga cenderung lebih rentan terhadap stres dan kelelahan. Mereka mungkin mengabaikan orang lain bukan hanya karena kurangnya kepedulian, tetapi juga karena keterbatasan emosional atau fisik yang mereka alami.
Frasa ini adalah contoh nyata kurangnya empati. Dengan mengatakan "Itu masalahmu," seseorang melepaskan diri dari tanggung jawab emosional untuk peduli atau mencoba memahami apa yang Anda rasakan.
Orang yang tidak punya empati sering kali memisahkan diri dari masalah orang lain. Mereka melihat bahwa setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri, sehingga mereka merasa tidak perlu menawarkan dukungan emosional atau bahkan mendengarkan.
Kalimat ini sering kali digunakan untuk mengabaikan perasaan atau pengalaman emosional orang lain. Ketika seseorang mengatakan Anda "gampang tersinggung," mereka tidak hanya menolak perasaan Anda, tetapi juga meremehkannya.
