Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2025, 19.14 WIB

8 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Mengutamakan Orang Tua daripada Pasangan, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang lebih mengutamakan orang tua daripada pasangan./Freepik. - Image

Ilustrasi orang yang lebih mengutamakan orang tua daripada pasangan./Freepik.

JawaPos.com - Dalam kehidupan pernikahan, tidak jarang kita menemui individu yang lebih mengutamakan orang tua dibandingkan pasangan.

Fenomena ini sering dipandang kontroversial, tetapi jika ditelaah lebih jauh, pilihan tersebut sebenarnya berakar pada kepribadian mereka yang terbentuk oleh nilai-nilai keluarga, budaya, dan pengalaman masa kecil.

Menurut psikologi, orang-orang dengan kecenderungan ini memiliki sifat-sifat tertentu. Meski terlihat mulia, hal ini bisa menjadi tantangan dalam menjaga keharmonisan dalam hubungan pernikahan.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Jumat (10/1), berikut merupakan 8 ciri kepribadian yang dimiliki oleh orang yang lebih mengutamakan orang tua daripada pasangan, menurut psikologi.

1. Menghormati Nilai-Nilai Keluarga

Orang yang mengutamakan orang tua daripada pasangan sering kali menunjukkan penghormatan mendalam terhadap nilai-nilai keluarga.

Mereka biasanya tumbuh dalam lingkungan yang mengajarkan pentingnya loyalitas kepada orang tua, sehingga hal itu menjadi prinsip yang tertanam kuat dalam hidup mereka.

Sikap ini bukan hanya soal ketaatan, tetapi juga tentang menghargai hubungan emosional dan ikatan yang sudah terjalin sejak kecil.

Namun, dalam hubungan pernikahan, penting untuk memahami bahwa pasangan juga memerlukan perhatian yang setara.

Menghormati orang tua itu penting, tetapi cinta dan komitmen kepada pasangan tidak boleh diabaikan. Menjaga keseimbangan adalah kunci agar kedua hubungan berjalan harmonis tanpa ada pihak yang merasa ditinggalkan.

2. Rasa Tanggung Jawab yang Besar

Banyak orang merasa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap orang tua, terutama setelah menyadari segala pengorbanan yang mereka lakukan selama ini.

Perasaan ini sering kali membuat seseorang mengesampingkan kebutuhan atau rencana bersama pasangan, karena merasa bahwa membantu orang tua adalah kewajiban yang tidak bisa ditunda.

Misalnya, mereka mungkin membatalkan acara penting bersama pasangan demi menemani orang tua yang sedang membutuhkan.

Meski rasa tanggung jawab ini sangat terpuji, penting untuk diingat bahwa pernikahan juga membawa tanggung jawab baru terhadap pasangan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore