Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2025 | 22.59 WIB

Orang yang Tidak Bisa Makan Tanpa Ada 'Layar' di Depan Matanya, Cenderung Memiliki 7 Perilaku Ini

Ilustrasi orang yang makan ditemani layar./Freepik. - Image

Ilustrasi orang yang makan ditemani layar./Freepik.

JawaPos.com - Hidup di era modern ini membuat kita kecanduan akan hadirnya 'layar' entah itu dari handphone, tablet, komputer, atau mungkin televisi.

Setiap kegiatan yang dilakukan sepertinya tidak jauh dari hal tersebut dibanding berinteraksi langsung dengan orang lain.

Jika zaman dulu kita sering makan sambil ngobrol dengan orang tua, teman, atau pasangan.

Mungkin saat ini banyak ditemukan orang yang makan sambil menonton series atau video di platform media sosial.

Dilansir dari laman Personal Branding pada (09/01) orang yang tidak bisa makan tanpa ada 'layar' di depan matanya, cenderung memiliki 7 perilaku ini :

3. Ahli dalam pelarian

Kita semua punya cara untuk melarikan diri dari kenyataan. Ada yang tenggelam dalam buku, musik, dan ada pula yang tenggelam dalam dunia layar maya.

Bagi mereka yang tidak bisa makan tanpa layar, waktu makan menjadi kesempatan sempurna untuk melepaskan diri dari kehidupan sehari-hari yang membosankan. Layar menjadi portal mereka ke dunia lain di mana bisa tertawa, menangis, belajar, atau sekadar keluar dari zona.

4. Mendambakan kenyamanan

Bagi sebagian orang, kenyamanan datang dalam bentuk selimut yang nyaman, buku bagus, atau secangkir coklat hangat. Tapi bagi mereka yang tidak bisa makan tanpa layar di depan matanya, kenyamanan sering kali ditemukan dalam senandung acara favorit, warna-warna cerah dari film animasi, atau alur cerita serial thriller.

Baca Juga: Dilimpahkan Kepada Kejari, Agus Buntung Kini Jadi Tahanan di Lapas Kelas II A Lombok Barat

Makan di depan layar bisa menjadi rutinitas yang sangat menenangkan. Ini seperti versi makanan rumahan mereka, tetapi alih-alih kentang tumbuk atau sup ayam, cahaya lembut dari layarlah yang membuat mereka terhibur.

5. Pencinta kemerdekaan

Orang-orang ini umumnya mandiri dan lebih memilih kenyamanannya sendiri. Mereka menghargai kemandirian yang didapat karena bisa makan, menikmati acara favorit, dan tidak terikat oleh konvensi sosial.

Ada sesuatu yang melegakan saat bisa menggabungkan aktivitas pribadi seperti makan dengan sesuatu yang memanjakan seperti waktu menatap layar.

6. Pencari kendali

Kita hidup di dunia yang sering kali kacau dan tidak dapat diprediksi. Di tengah kekacauan ini, orang-orang yang makan dengan layar di depan matanya mungkin mencari sesuatu yang bisa dikendalikan.

Layar menawarkan lingkungan yang dapat diprediksi di saat mereka dapat memutuskan sesuatu yang akan ditonton, kapan harus menonton, dan bahkan kapan harus menjeda atau memundurkan.

Ini adalah gelembung kecil tempat mereka memegang kendali dan dapat mengontrol narasi. Mungkin ini hanya cara untuk menikmati makanan, tetapi juga merupakan pengingat bahwa kita semua memiliki cara untuk menemukan kendali di dunia yang seringkali tidak terkendali.

7. Punya rutinitas tersendiri

Perilaku ini biasanya tidak terjadi satu kali saja. Ini adalah sebuah rutinitas, hampir sebuah ritual, yang mereka patuhi secara religius. Seiring berjalannya waktu, makan di depan layar menjadi kebiasaan bagi mereka, seperti yang sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari.

Penting untuk diingat bahwa rutinitas itu mempunyai kekuatan. Mereka membentuk hidup lebih dari yang kita sadari, dan meskipun beberapa kebiasaan mungkin bermanfaat, kebiasaan lain mungkin perlu ditinjau kembali.

Dari ke-7 perilaku orang yang tidak bisa makan tanpa ada layar ini, sangat berlawanan dengan konsep mindful eating, yakni konsep disaat kamu menjaga kesadaran penuh saat mengonsumsi makanan maupun minuman yang masuk ke dalam tubuh.

Mindful eating juga tidak hanya ditekankan pada asupan gizi yang dikonsumsi, melainkan perasaan serta kondisi kita saat makan. Hal ini dilakukan penuh kesadaran tanpa ada gangguan lainnya, termasuk layar.

Dengan melakukan mindful eating, akan berdampak positif bagi fisik maupun mental. Kita lebih peka terhadap rasa kenyang dan lapar, serta lebih bijak dalam makan agar terhindar dari stres atau kecemasan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore