Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2025 | 22.16 WIB

Sering Merasa Kurang, Kenali 5 Kebiasaan Orang yang Perfeksionis hingga Memiliki Sifat Defensif

Ilustrasi wanita perfeksionis. (Freepik) - Image

Ilustrasi wanita perfeksionis. (Freepik)

JawaPos.com – Perfeksionis merupakan tindakan sebuah usaha atau upaya agar memberikan hasil yang sempurna. Orang yang perfeksionis sering kali memiliki ambisi yang agresif guna mendapatkan hasil yang diinginkan.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa upaya perfeksionis masuk kedalam aspek perfeksionisme yang dikaitkan dengan penetapan standar kinerja pribadi yang tinggi dan upaya untuk mencapai keunggulan, dalam artian jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memicu kelelahan daripada kekhawatiran perfeksionis.

Kekhawatiran perfeksionis meliputi kekhawatiran yang berlebihan tentang membuat kesalahan, takut akan evaluasi sosial yang negatif, dan memiliki reaksi negatif yang kuat terhadap ketidaksempurnaan. Seperti dilansir dari Forbes berikut lima tanda orang yang selalu menerapkan perfeksionis.

1. Takut gagal

Meskipun tidak ada yang benar-benar suka gagal, orang yang perfeksionis membawa rasa takut gagal ke tingkat yang berbeda. Alih-alih menemukan pelajaran apa yang bisa diambil dari kegagalan, seorang perfeksionis melihat kegagalan sebagai pernyataan tentang harga diri atau kemampuannya. Untuk mengatasi rasa takut ini, seorang perfeksionis mungkin akan mengatasinya dengan membaca sesuatu berulang-ulang, terobsesi dengan daftar dan pengaturan, atau tidak mampu membuat keputusan.

2. Terjebak dalam keyakinan mindset

Ini adalah perangkap berpikir yang umum dan melibatkan kecenderungan Anda untuk melihat suatu situasi sebagai hitam atau putih; benar atau salah. Seprti contoh, jika Anda mencoba menurunkan berat badan dan Anda memakan satu kue, Anda mungkin berpikir, "Saya telah mengacaukan diet saya!"

3. Memiliki sifat defensif

Orang yang perfeksionis sering kali bersikap sangat defensif saat dikritik karena kritikan mengancam akan mengungkap kekurangan mereka, sama seperti kegagalan. Demikian pula, orang yang perfeksionis menganggap kritikan sebagai pernyataan tentang harga diri atau kemampuan mereka.

4. Mencari kesalahan pada diri sendiri dan orang lain

Orang yang perfeksionis sering kali mencari-cari ketidaksempurnaan pada diri mereka sendiri dan orang lain. Orang yang perfeksionis cenderung terlalu kritis terhadap pernyataan yang salah, kesalahan ejaan, atau kekurangan dan menganggap mengoreksi orang lain saat mereka melakukan kesalahan adalah hal yang sangat penting.

5. Memiliki standar atau ekspektasi yang tinggi

Ada perbedaan antara menetapkan standar yang tinggi untuk diri sendiri dan bersedia belajar dari kesalahan Anda serta bersikap tidak fleksibel. Ketika seseorang menyarankan kepada para perfeksionis bahwa mereka mungkin ingin membuat versi mereka sendiri tentang "cukup baik", kebanyakan bereaksi seolah-olah saya baru saja meminta mereka untuk mendaki Gunung Everest besok. Pemikiran yang tidak fleksibel sering kali mencakup kata-kata seperti "harus", "seharusnya", dan "harus".

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore