Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Januari 2025, 18.00 WIB

Jika Kamu Ingin Merasa Bahagia Seiring Bertambahnya Usia, Berhenti untuk Berharap Pada 7 Hal Ini dari Orang Lain

ilustrasi seseorang yang benar-benar bahagia di usia 80-an. (freepik) - Image

ilustrasi seseorang yang benar-benar bahagia di usia 80-an. (freepik)

JawaPos.com - Ada salah satu ucapan yang membuat kita tersadar, yaitu "Berharap kepada manusia adalah patah hati yang disengaja".

Itulah alasannya kita selalu kecewa ketika mengharapkan suatu hal dari orang lain dan melabeli mereka sebagai orang jahat.

Padahal mungkin kekecewaan itu datang dari diri kita yang selalu berharap tinggi, ingat bahwa mereka manusia bisa saja melakukan kesalahan kapan saja tanpa bisa diprediksi.

Baca Juga: Bakal Comeback, BLACKPINK Siap World Tour Setelah Vakum 2 Tahun

Oleh karenanya, dilansir dari laman Your Tango pada (06/01) jika kamu ingin merasa bahagia seiring bertambahnya usia, berhenti untuk berharap pada 7 hal ini dari orang lain :

1. Berharap mereka selalu berbuat benar

Ini adalah cara terbaik untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi kegagalan. Kita mengharapkan orang lain berbuat baik terhadap kita, tapi terkadang kecewa.

Orang tidak selalu melakukan hal yang benar. Mereka tidak selalu mengambil keputusan yang tepat, dan itu hanya dari sikap asli manusia.

Jangan biarkan ekspektasi yang tinggi ini menggagalkan perjalananmu untuk menemukan kebahagiaan sejati.

Baca Juga: 6 Shio yang Dilanda Keberuntungan Besar dan Kemakmuran Rezeki Menanti di Depan Mata, Berikut Daftarnya!

2. Berharap orang lain selalu setuju

Orang lain, terutama teman sejati tidak mungkin selalu setuju dengan sudut pandangmu. Agar benar-benar bahagia, kamu harus berhenti mengharapkan orang lain memihakmu.

Perbedaan pendapat merupakan hal yang baik dan menjauhkanmu dari terjebak dalam pola pikir negatif.

Tidak mengharapkan orang lain untuk selalu setuju denganmu sangat penting untuk hubungan yang sehat dan kesejahteraan pribadi, karena berpegang teguh pada kebutuhan akan validasi terus-menerus dapat menyebabkan kekecewaan, konflik, dan berkurangnya rasa percaya diri.

Temuan dari studi tahun 2013 yang diterbitkan oleh American Psychological Association menemukan ketika kita sangat mengharapkan orang lain untuk setuju.

Ketidaksepakatan mereka dapat memicu emosi negatif seperti kemarahan, frustrasi, dan sikap defensif.

Baca Juga: Sajak: Ada Api di Punggungnya

3. Berharap mereka menjadi pembaca pikiranmu

Merupakan kesalahan besar jika berasumsi bahwa orang lain seperti teman, keluarga, dan pasangan dapat membaca pikiranmu. Tidak ada yang tahu mengenai pikiranmu dan satu-satunya cara mereka dapat memahami perasaanmu adalah dengan mengungkapkannya secara verbal.

Jika kamu memiliki ekspektasi yang tinggi, perlu memperjelasnya kepada orang lain. Kamu tidak bisa hanya menyimpan pikiran itu sendiri dan mengharapkan orang lain mengikuti keinginanmu.

4. Berharap selalu dimengerti

Kamu tidak bisa berharap orang lain menyukaimu. Itu tidak realistis dan tidak merugikan siapapun kecuali dirimu, bahkan sebaliknya harus fokus untuk menyukai serta memahami diri sendiri.

Hal ini sering dikaitkan dengan konsep yang tidak realistis seperti membaca pikiran dan dapat menyebabkan frustrasi jika terlalu diandalkan. Tidak setiap interaksi akan dipahami dengan sempurna. Sebuah studi tahun 2014 merekomendasikan kesediaan untuk mengklarifikasi bila diperlukan.

5. Berharap mereka selalu bersama

Kita semua berjuang dalam hidup dari waktu ke waktu, semua berhak mendapatkan sedikit kelonggaran karenanya. Jangan berharap orang-orang selalu menjalani hidup bersama. Mungkin ada saatnya kamu perlu waktu sendiri dan ada pula waktunya untuk bersama saling memberi dukungan.

Pahami bahwa orang lain juga terkadang membutuhkan ruang, dan bukan berarti mereka tetap tidak memedulikanmu. Gagasan untuk tidak mengharapkan orang lain untuk memiliki segalanya terkait dengan konsep ekspektasi yang realistis.

6. Berharap mereka mengikuti aturan emas

Aturan emas adalah prinsip yang menyatakan bahwa perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan. Sayangnya, tidak semua orang akan mengikuti aturan tersebut, dan mungkin menunjukkan perilaku kasar atau mengecewakan.

7. Berharap mereka tetap sama

Orang berubah seiring waktu, itu bagian dari kehidupan. Tapi salah satu kesalahan terbesar yang dapat kamu lakukan adalah berasumsi bahwa kondisi tersebut akan tetap sama seperti satu tahun, lima tahun, atau 15 tahun yang lalu.

Menginginkan orang untuk tetap sama adalah hal yang wajar, tapi kita menjadi versi diri yang lebih baru dan lebih baik setiap hari dengan sedikit usaha. Jadi, jika terus-menerus mengungkit masa lalu dan berasumsi bahwa perilaku lama akan terus berlanjut, kamu akan menjauhkan orang-orang tersebut.

Dikutip dari laman Baznas Jabar, ketika berharap pada manusia secara berlebihan, kita akan menempatkan beban emosional dan ekspektasi kepada orang lain. Sementara mereka entah itu keluarga, kerabat, teman, maupun pasangan tidak bisa selalu meneuhi harapan tersebut.

Maka dari itu, di sinilah jiwa spiritualitas kita berperan dengan meyakini bahwa Tuhan itu satu-satunya dzat yang bisa diharapkan. Sehingga seiring bertambahnya usia, kita mendapatkan puncak kebahagiaan yang sesungguhnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore