
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)
Engkau menggendong waktu dengan senyum
merah dan hitam tak bisa mengusikmu
duka ada di punggungmu
api ada di panggungmu
anak kecil yang menangis
kemudian terdiam karena hangat sarangmu
rambut berbalut kain lusuh
doamu bertabur cemas gemuruh
Entah esok mendung atau cerah
tetaplah tersenyum merekah
esok adalah pergulatan doa dan waktu
sepasang mata anakmu itu
adalah harapan yang sabar menunggu
2024
