Ketika salah satu pihak merasa kewalahan karena pekerjaan rumah atau hal lainnya, mereka langsung membicarakannya kepada pasangan tanpa harus membenci diam-diam.
Baca Juga: BTN Syariah Genjot Wealth Management, BSI Akselerasi User BYONDTak ada salahnya untuk mengutarakan kewalahan kita, justru dengan melakukan hal tersebut akan tercipanya komunikasi yang terbuka dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
3. Sering pilih-pilih atau 'pick-me'Sering kali kita pilih-pilih untuk sesuatu barang atau hal lainnya, padahal perilaku tersebut menunjukkan perilaku insecure dan itu akan merumitkan diri sendiri maupun pasangan.
Dalam hubungan yang aman, topeng akan terlepas, baik secara harfiah maupun kiasan. Tidak apa-apa kamu tetap menjadi diri sendiri ketika dengan pasangan, tak perlu membuat diri sesempurna mungkin hanya untuk validasi orang lain.
4. Berasumsi niat jahatBanyak orang yang mendekat dan diantara mereka ada yang baik, begitupun sebaliknya. Apapun yang terjadi, kita sering berasumsi bahwa mereka akan menyakiti, jadi lebih baik menjaga jarak.
Baca Juga: 7 Trik Manipulator yang Perlu Dikenali Sejak Dini supaya Tidak Menjadi Korbannya, Salah Satunya BerbohongMenurut penulis dan peneliti Brené Brown, “Kerentanan adalah tempat lahirnya cinta, rasa memiliki, kegembiraan, keberanian, empati, dan kreativitas.” Tanpanya, hubungan yang aman tidak akan ada, dan untuk menjadi rentan terhadap seseorang, kamu harus berasumsi berada di tim yang sama.
Mereka yang memiliki hubungan sehat tidak mudah berasumsi jahat tentang pasangannya, sekalipun mereka sedang bertengkar, akan berasumsi bahwa wajar jika ada perbedaan pendapat.
5. Standar yang terlalu tinggi
Tidak ada manusia yang sempurna dan semuanya bisa berpotensi melakukan kesalahan. Jika kamu terlalu menetapkan standar yang tinggi, maka akan timbul kekacauan dalam hubungan.
Disaat masing-masing pihak menuntut ingin dihargai, tapi tak pernah saling memberi itu salah besar. Mereka yang memiliki hubugan yang sehat akan menurunkan standarnya dan saling terbuka.
Dengan menanamkan sikap seperti itu, kamu dan dia tidak lagi bersikap kekanak-kanakan hanya karena masalah sepele dan pada akhirnya saling menerima kekurangan masing-masing.
Dikutip dari laman Hello Sehat, memiliki pasangan yang bersifat kekanak-kanakan memang sangat melelahkan, tapi jangan terburu-buru untuk memutuskannya. Kamu bisa beri tahu dia secara perlahan, membuat batasan, serta melakukan evaluasi diri.
Pada intinya, untuk menuju hubungan yang sehat itu butuh kesabaran dan penyesuaian satu sama lain, hingga pada akhirnya kita mendapatkan kebahagiaan yakni cinta sejati.