Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Januari 2025 | 05.53 WIB

7 Trik Manipulator yang Perlu Dikenali Sejak Dini supaya Tidak Menjadi Korbannya, Salah Satunya Berbohong

Ilustrasi orang melakukan manipulasi (Timur Weber/pexels.com) - Image

Ilustrasi orang melakukan manipulasi (Timur Weber/pexels.com)

JawaPos.com - Manipulasi bisa terjadi dalam berbagai jenis hubungan, baik itu dengan teman, pasangan, keluarga, atau bahkan rekan kerja dan atasan.

Sayangnya, orang yang manipulatif seringkali sulit dikenali. Manipulasi sering kali sangat halus dan efektif, membuatmu meragukan persepsi diri sendiri atau motif orang lain.

Gaslighting bisa memperburuk manipulasi, namun dengan mengenali tanda-tandanya, kamu dapat melindungi diri dari taktik psikologis tersebut sebelum semakin merusak.

Merangkum psychcentral.com, beirkut beberapa trik manipulator yang perlu dikenali sejak dini supaya tidak menjadi korbannya, salah satunya berbohong.

1. Membuat seseorang merasa bersalah

Rasa bersalah merupakan taktik yang digunakan guna membuat seseorang merasa seolah-olah mereka bertanggung jawab atau harus merasa bersalah atas pilihan atau tindakan yang telah mereka buat.

Menurut Jason Drake, seorang dokter utama dan pemilik Katy Teen & Family Counselling, rasa bersalah ini sering dimanfaatkan sebagai alat manipulasi.

Dalam beberapa kasus, seseorang akan mengingatkan orang lain mengenai tindakan yang telah mereka lakukan kepada orang tersebut, dengan tujuan memakai hal itu sebagai pengaruh atau cara memperoleh apa yang mereka harapkan.

Taktik ini dapat merusak hubungan dan memanipulasi perasaan seseorang demi memenuhi keinginan pihak yang manipulatif.

2. Berbohong

Kebohongan patologis tidak hanya berdampak pada orang yang berbohong, tetapi juga pada orang-orang di sekitarnya.

Kepercayaan yang rusak akibat kebohongan bisa memicu hubungan menjadi tegang, komunikasi menjadi sulit, dan kerjasama menjadi mustahil.

Dalam kasus remaja, kebohongan yang berulang dapat merusak hubungan dengan orang tua, teman, dan guru.

Selain itu, kebohongan patologis juga mampu menjadi tanda adanya masalah psikologis yang lebih dalam, seperti gangguan kepribadian narsistik atau antisosial.

Orang dengan kondisi ini seringkali mengalami kesusahan dalam membangun empati, menjalin hubungan yang intim, dan mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore