
Perilaku orang yang mengira dirinya baik menurut Psikologi. (Freepik/ stockking)
JawaPos.com – Dalam psikologi, persepsi diri sering kali berbeda dengan kenyataan, termasuk dalam hal merasa diri baik. Ada individu yang mengira dirinya memiliki sifat yang positif, tetapi perilakunya menunjukkan sebaliknya.
Beberapa perilaku ini mungkin tersembunyi di balik niat yang tampak positif, namun sebenarnya berkebalikan atas kenyataan. Memahami pola-pola tindakan seperti ini dapat membantu mengidentifikasi dan memperbaiki aspek yang kurang selaras dengan nilai kebaikan yang sejati.
Dilansir dari Hack Spirit pada Minggu (5/1), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku orang yang mengira dirinya baik namun sebenarnya justru kebalikannya menurut Psikologi.
Orang-orang yang menganggap dirinya baik hati sering terjebak dalam perilaku mengiklankan kebaikannya sendiri. Mereka kerap menyampaikan kepada orang lain tentang tindakan baik yang telah mereka lakukan, seolah mencari validasi dan pengakuan.
Motivasi utama di balik tindakan baik mereka sebenarnya lebih didorong oleh keinginan untuk dipandang sebagai orang yang murah hati, bukan ketulusan untuk membantu sesama. Pada dasarnya, kebaikan sejati tidak memerlukan pengakuan atau penonton karena sifatnya yang tulus dan tanpa pamrih.
Fenomena efek halo sering kali menjebak seseorang dalam persepsi yang keliru tentang dirinya sendiri. Ketika seseorang melakukan beberapa tindakan baik, mereka cenderung menganggap bahwa seluruh perilaku mereka pasti juga baik dan dapat dibenarkan.
Padahal kenyataannya, seseorang bisa saja melakukan kebaikan di satu situasi namun bertindak tidak baik di situasi lainnya. Pemahaman bahwa kepribadian manusia itu kompleks dan tidak selalu konsisten menjadi kunci untuk menghindari jebakan efek halo ini.
Orang yang terlalu yakin dengan kebaikan dirinya seringkali menunjukkan resistensi tinggi terhadap masukan dari orang lain. Ketika mendapat kritik, mereka cenderung defensif dan sulit menerima karena sudah terlanjur membangun citra diri yang sempurna.
Padahal kemampuan menerima kritik justru menunjukkan kematangan dan ketulusan seseorang dalam berbuat baik. Keterbukaan terhadap masukan merupakan tanda bahwa seseorang benar-benar ingin berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Mereka yang mengklaim diri baik hati namun sebenarnya tidak, sering menunjukkan ketidakmampuan dalam menjadi pendengar yang baik. Kebiasaan memotong pembicaraan, memberikan saran yang tidak diminta, atau mengalihkan topik ke pengalaman pribadi menjadi ciri khas mereka dalam berkomunikasi.
Ketidakmampuan mendengarkan ini membuat lawan bicara merasa tidak dihargai dan tidak penting. Yang membuat situasi lebih buruk, mereka sering tidak menyadari bahwa perilaku tersebut justru bertentangan dengan konsep kebaikan yang mereka yakini.
Ada fenomena menarik di mana seseorang hanya menunjukkan kebaikan kepada kelompok tertentu yang menguntungkan mereka. Perilaku ini terlihat jelas ketika mereka harus memilih antara membantu teman dekat atau kenalan biasa yang sama-sama membutuhkan bantuan.
Selektivitas dalam berbuat baik ini menunjukkan bahwa kebaikan mereka sebenarnya didasari oleh kepentingan pribadi, bukan ketulusan. Sikap diskriminatif dalam berbuat baik ini bertentangan dengan esensi kebaikan sejati yang seharusnya universal dan konsisten.
Empati menjadi komponen crucial dalam menunjukkan kebaikan sejati, namun sayangnya tidak semua orang mampu mengembangkannya. Banyak orang yang mengaku baik hati ternyata kesulitan untuk benar-benar memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain.
Ketidakmampuan berempati ini seringkali tertutupi oleh tindakan-tindakan baik yang superfisial atau dangkal. Meski demikian, empati bukanlah kemampuan bawaan yang tetap, melainkan keterampilan yang bisa dilatih dan dikembangkan seiring waktu.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
