ilustrasi seorang manipulator. (Freepik)
JawaPos.com - Terdapat perbedaan yang jelas antara seseorang yang terlihat baik dan seseorang yang benar-benar baik. Psikologi memungkinkan kita guna menggali lebih dalam perilaku seseorang dan mengungkapkan karakter sejati mereka. Terkadang, apa yang kita temukan mungkin tidak selalu menyenangkan.
Berada di sekitar orang yang tampaknya baik tetapi sesungguhnya tidak baik bisa sangat menguras energi kita. Merangkum geediting.com, berikut ini beberapa tanda seseorang yang sebenarnya bukan orang baik menurut Psikologi dan perlu diwaspadai.
1. Kurang empati
Kita semua memiliki momen mementingkan diri sendiri, namun ada perbedaan antara keegoisan sesekali dan kurangnya empati yang konsisten. Psikologi mengajarkan bahwa empati kemampuan untuk memahami perasaan orang lain menjadi ciri orang baik. Empati memungkinkan kita terhubung lebih dalam dengan orang lain, merasakan kebahagiaan dan kesedihan mereka.
Jika seseorang terus menunjukkan kurangnya empati, ini perlu diperhatikan. Bukan soal egois sesekali, tetapi kebiasaan mengabaikan perasaan orang lain dan tidak responsif terhadap kebutuhan emosional mereka. Kebiasaan ini bisa menjadi tanda bahwa seseorang tidak sebaik yang terlihat, meski kejadian sekali-sekali bisa dimaklumi.
2. Tidak jujur
Kepercayaan merupakan fondasi dari setiap hubungan, baik itu persahabatan, asmara, atau profesional, dan kejujuran adalah dasar dari kepercayaan tersebut. Ketika seseorang terus berbohong, itu tidak hanya merusak kepercayaan, tetapi juga menyebabkan keraguan terhadap karakter mereka.
Penipuan bisa berasal dari kebohongan kecil hingga penipuan serius, baik tentang hal penting maupun hal sepele. Sebuah studi dalam Journal of Personalitu and Social Psychology menemukan bahwa rata-rata orang berbohong satu atau dua kali sehari. Namun, kebiasaan berbohong bisa menunjukkan kelemahan karakter yang lebih dalam.
Apabila seseorang terus menerus memutarbalikkan kebenaran, maka itu bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak sebaik yang terlihat. Walaupun kebohongan sesekali bukanlah indikasi kejahatan, tetapi pola ketidakjujuran yang berulang perlu diwaspadai.
3. Tidak bisa diandalkan
Kita semua pernah mengecewakan orang lain sebab hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Sayangnya, jika seseorang terus-menerus gagal menepati janji, itu bisa menandakan masalah lebih dalam. Keandalan merupakan sifat penting dalam karakter yang mencakup kemampuan guna menepati janji dan memenuhi tanggung jawab.
Ketidakandalan bisa terlihat dalam bentuk keterlambatan, melewatkan tenggat waktu, atau tidak menyelesaikan tugas. Jika seseorang sering tidak dapat diandalkan, itu bisa menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap waktu dan usaha orang lain yang mungkin menandakan mereka tidak sebaik yang terlihat. Kesalahan sesekali bisa dimaklumi, tapi pola ketidakandalan yang berulang perlu diperhatikan sebagai tanda bahaya.
4. Manipulatif

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
