Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Januari 2025 | 16.42 WIB

Mengapa Waktu Terasa Cepat Berlalu Seiring Usia Bertambah? Jangan Heran, Begini Alasan Ilmiahnya

Alasan waktu terasa cepat berlalu seiring usia bertambah. (kaboompics.com / pexels) - Image

Alasan waktu terasa cepat berlalu seiring usia bertambah. (kaboompics.com / pexels)

JawaPos.com - Ada kalanya terbesit pertanyaan tentang 'mengapa sekarang waktu terasa cepat berlalu?'. Kalau sudah begini mulai timbul pikiran acak seperti misalnya menerka apakah ini sebuah tanda semakin mendekati akhir zaman.

Padahal, alasan waktu terasa cepat berlalu bisa dijelaskan secara ilmiah. Albert Einstein pun pernah menjelaskan bahwa waktu itu terbilang relatif.

Singkatnya, apabila seseorang sedang berbunga-bunga, waktu akan terasa lebih cepat. Namun sebaliknya, jika seseorang menaruh tangannya di atas kompor menyala, waktu seolah berhenti alias terasa sangat lama.

Di sisi lain, manusia dengan usia yang semakin bertambah juga merasakan laju waktu semakin cepat, padahal sedang tidak dalam kesengsaraan. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi?

Alasan Waktu Lebih Cepat Berlalu Saat Usia Semakin Tua

Dilansir dari The Independent, penjelasan secara ilmiah mengenai topik ini pernah dibahas oleh Adrian Bejan, seorang profesor teknik mesin sekaligus penulis Time and Beauty : Why Time Flies and Beauty Never Dies.

Bejan mengatakan saat usia serta kompleksitas jaringan neuron otak semakin bertambah, kecepatan manusia dalam memproses informasi visual justru akan melambat.

Alasannya, sinyal listrik perlu menempuh jarak lebih jauh dan pada akhirnya akan membuat sinyal lebih lama untuk diproses. Jika sudah begitu, seseorang dengan usia semakin matang akan lebih sedikit dalam 'melihat'.

Ibaratnya Anda sedang membuka buku flip, apabila jumlah gambarnya sedikit, semakin cepat juga halaman buku tersebut dibalikan hingga bagian akhir.

Sementara itu, ada alasan lain mengapa waktu terasa lebih cepat berlalu bagi yang semakin tua, namun justru terasa lama untuk anak muda. Perlu diingat dulu, Bejan mengingatkan bahwa otak anak muda memang diprogram untuk mengingat setiap pengalaman baru.

Ketika masih muda, ada banyak sekali hal-hal baru yang dicoba dan semua itu harus diserap dan dicerna. Lain halnya ketika sudah semakin tua, seseorang cenderung memiliki lebih sedikit pengalaman baru.

Manusia dengan usia matang seringkali terjebak dalam kebiasan lama, rutinitas monoton, dan sudah nyaman dengan hal-hal yang melekat sehingga terkadang enggan mencoba tantangan baru.

Inilah yang membuat waktu demi waktu terasa tidak terlalu ada perubahan. Pada akhirnya, laku waktu begitu cepat rasanya.

Saran Agar Waktu Terasa Lebih Lama

Adrian Bejan menyarankan agar mereka yang semakin berumur untuk tetap mencoba hal-hal baru. Hal ini bertujuan supaya tidak terjebak dalam rutinitas monoton.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore