
Ilustrasi mengasuh balita (Freepik)
JawaPos.com – Periode balita merupakan fase penting dalam kehidupan anak. Pada tahap ini, anak mulai mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan kognitif yang membentuk dasar kepribadiannya.
Balita merujuk pada anak yang berusia dua hingga tiga tahun. Pada fase ini, anak mulai menunjukkan kemandirian, kemampuan berpikir, dan keterampilan sosial yang berkembang pesat.
Memahami cara mengasuh balita secara positif membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka. Hal ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak untuk belajar dan merasa aman dalam bereksplorasi.
Berikut tujuh tips positif mengasuh balita usia 2–3 tahun untuk mendukung perkembangan sosial, emosional, dan kognitif dilansir dari laman Cdc oleh JawaPos.com, Senin (30/12):
1. Tonggak Perkembangan Anak Penting Dipahami
Pada usia balita, anak mulai mencapai tonggak perkembangan dalam berbagai aspek, seperti motorik, sosial, dan bahasa. Mereka mulai belajar menendang bola, bermain pura-pura, dan berbicara menggunakan kalimat sederhana.
Perkembangan ini menjadi indikator penting dalam mengukur kemampuan anak untuk memahami dunia di sekitarnya. Kemampuan memilah benda berdasarkan warna dan bentuk menunjukkan peningkatan kognitif mereka.
Balita juga mulai meniru perilaku orang dewasa, menandakan kemajuan dalam perkembangan sosial. Memahami tonggak perkembangan ini membantu mendukung pertumbuhan anak secara optimal.
2. Pentingnya Perkembangan Sosial dan Emosional
Balita mulai mengekspresikan berbagai emosi, dari rasa senang hingga marah, seiring perkembangan emosional mereka. Memberikan perhatian saat anak menunjukkan perilaku baik dapat meningkatkan rasa percaya dirinya.
Interaksi dengan teman sebaya dalam permainan membantu mereka belajar berbagi dan bergiliran. Bermain peran menjadi cara efektif untuk mengembangkan empati dan pemahaman sosial.
Dengan panduan yang tepat, anak juga belajar mengelola emosi negatif secara lebih baik. Perkembangan ini menjadi pondasi penting bagi hubungan sosial di masa depan.
3. Kebiasaan Belajar Harus Dikenalkan Awal
Aktivitas seperti membaca buku bersama anak membantu meningkatkan kemampuan bahasa dan memperluas imajinasi mereka. Lagu-lagu sederhana yang dinyanyikan bersama dapat mengajarkan ritme dan pengenalan kata baru.
Mengajak anak berjalan-jalan di lingkungan sekitar mendorong rasa ingin tahu dan pengetahuan mereka. Kegiatan bermain yang terarah juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
