Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Desember 2024 | 18.23 WIB

Kapan Balita Sebaiknya Berhenti Tidur Siang? Begini Kata Para Ahli

Ilustrasi anak tidur siang. Sumber: pvproductions/freepik.com

 
 
JawaPos.com-Tidur siang merupakan bagian penting dalam rutinitas balita, tapi kapan waktu yang tepat bagi mereka untuk berhenti melakukannya?
 
 
Banyak orang tua bertanya-tanya kapan saatnya mengganti waktu tidur siang dengan aktivitas lain. 
 
Proses berhenti tidur siang pada balita sendiri adalah bagian dari perkembangan alami mereka. Sebagai orang tua, Anda bisa membantu mereka melalui transisi ini dengan menciptakan rutinitas yang konsisten, waktu tenang, dan memastikan mereka mendapatkan cukup tidur di malam hari. 
 
Dengan cara ini, Anda dapat mendukung mereka tumbuh dengan optimal sambil tetap menjaga keseimbangan aktivitas harian.
 
Berdasarkan saran dari para ahli berikut adalah tanda-tanda dan tips yang bisa membantu Anda untuk menentukan balita siap berhenti tidur siang, dikutip dari Parent From Heart, Selasa (24/12).
 
Tanda Balita Siap Berhenti Tidur Siang
 
1. Menolak Tidur Saat Jam Tidur Siang
 
Jika anak Anda lebih sering bermain atau berbicara sendiri selama waktu tidur siang, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka mulai mengurangi kebutuhan tidur siang.
 
2. Kesulitan Tidur di Malam Hari
 
Beberapa balita masih bisa tidur siang, tapi mereka akan sulit tidur tepat waktu di malam hari.
 
Nah, jika ini terjadi secara konsisten, mungkin sudah waktunya mengurangi atau menghilangkan tidur siang balita Anda.
 
Menurut konsultan tidur, perubahan ini biasanya terjadi pada usia 2,5 hingga 3 tahun. Meski begitu, setiap anak berbeda, dan proses ini membutuhkan waktu untuk penyesuaian.
 
Bagaimana Mengatasi Transisi Ini?
 
1. Tetap Konsisten
 
Jangan bergantian antara membiarkan mereka tidur siang dan tidak. Ini bisa membingungkan ritme tubuh mereka.
 
2. Waktu Tenang Sebagai Pengganti
 
Ganti tidur siang dengan waktu tenang selama 30 menit. Siapkan kegiatan seperti mewarnai atau membaca buku untuk menjaga mereka tetap santai.
 
3. Perhatikan Nutrisi
 
Berikan camilan sehat seperti buah atau roti sebelum waktu tenang untuk menjaga energi mereka tetap stabil.
 
4. Majukan Waktu Tidur Malam
 
Saat transisi ini, anak Anda mungkin perlu tidur lebih awal, misalnya pukul 18.00, untuk memastikan mereka mendapatkan waktu tidur malam yang cukup (11-12 jam).
 
Rutinitas Harian Balita Tanpa Tidur Siang
 
Berikut adalah contoh jadwal untuk membantu Anda bila anak berhenti tidur siang.
 
07.00: Bangun, sarapan, dan rutinitas pagi.
 
08.00: Aktivitas kreatif seperti menyusun balok atau membaca.
 
10.00: Camilan sehat.
 
11.00: Bermain di luar rumah.
 
12.30: Makan siang bergizi.
 
13.30: Waktu tenang sebagai pengganti tidur siang.
 
15.30: Camilan kecil dan aktivitas bermain.
 
18.00: Makan malam bersama keluarga.
 
19.30: Rutinitas malam, seperti mandi dan cerita pengantar tidur.
 
20.00: Waktu tidur malam.
 
Berapa Lama Balita Harus Tidur?
 
Idealnya, balita memerlukan tidur selama 11-14 jam sehari yang mencakup tidur malam dan tidur siang (jika masih dibutuhkan). Penelitian menunjukkan bahwa tidur yang cukup sangat penting untuk perkembangan kognitif, fisik, dan emosional anak.
 
Studi dari Journal of Sleep Health menyoroti bahwa tidur yang cukup dapat meningkatkan kemampuan memori, perhatian, dan pengaturan emosi. 
 
Oleh karena itu, memastikan balita tidur sesuai kebutuhan mereka adalah langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang mereka. (*)
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore