Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Desember 2024 | 17.35 WIB

Sering Lupa? Ternyata, Ini 7 Kebiasaan Sepele yang Diam-diam Mengikis Ketajaman Daya Ingat Anda

Ilustrasi seseorang yang sering lupa./Freepik. - Image

Ilustrasi seseorang yang sering lupa./Freepik.

JawaPos.com - Apakah Anda sering lupa, bahkan terkait hal-hal kecil seperti meletakkan kunci, lupa janji, atau bahkan melupakan hal-hal penting lainnya?

Jika iya, sudah saatnya Anda mengevaluasi kebiasaan sehari-hari Anda. Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan kecil yang terlihat sepele, namun perlahan-lahan dapat melemahkan daya ingat Anda.

Kebiasaan ini sering diabaikan karena dianggap tidak berpengaruh, padahal dampaknya pada fungsi otak bisa cukup serius jika terus dilakukan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa kebiasaan tersembunyi yang diam-diam dapat menurunkan memori Anda, sekaligus memberikan solusi agar Anda bisa menjaga daya ingat tetap tajam sepanjang waktu seiring bertambahnya usia.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (18/12), berikut merupakan 7 kebiasaan sepele yang diam-diam mengikis ketajaman daya ingat Anda.

1. Hidup yang Terlalu Banyak Duduk

Gaya hidup yang minim aktivitas fisik, seperti terlalu banyak duduk, berdampak buruk pada kesehatan tubuh dan otak.

Ketika tubuh tidak aktif, aliran darah ke otak menjadi berkurang, sehingga otak tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk bekerja dengan baik.

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan ukuran hippocampus, bagian otak yang berperan penting dalam memori.

Selain itu, olahraga juga dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak baru dan memperbaiki koneksi antar sel. Aktivitas fisik tidak harus berat, cukup berjalan kaki, yoga, atau bersepeda ringan sudah cukup untuk menjaga otak tetap aktif dan tajam.

Jadi, jika Anda terlalu banyak duduk sepanjang hari, mulailah meluangkan waktu untuk bergerak lebih sering.

2. Stres Berlebihan

Stres yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif pada tubuh dan pikiran, terutama pada otak. Ketika Anda stres, tubuh melepaskan hormon kortisol untuk membantu menghadapi situasi sulit.

Namun, jika stres berlangsung secara terus-menerus, kadar kortisol yang tinggi dapat merusak hippocampus, yaitu bagian otak yang bertugas menyimpan memori.

Akibatnya, Anda akan merasa sulit mengingat sesuatu atau kehilangan fokus. Seiring waktu, stres kronis bisa menyebabkan gangguan memori yang lebih serius.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore