Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Desember 2024 | 22.38 WIB

7 Perilaku Orang yang Merasa Bahwa Dirinya Sangat Istimewa, Menurut Psikologi Menuntut Kenyamanan yang Sepele

Ilustrasi orang yang merasa dirinya istimewa. - Image

Ilustrasi orang yang merasa dirinya istimewa.

JawaPos.com - Seperti yang kita tahu bahwa manusia adalah makhluk Tuhan paling kompleks, mereka hidup dengan berbagai macam karakter bahkan sering kali sulit dipahami, contohnya ketika ada orang yang merasa bahwa dirinya sangat istimewa.

Mengutip dari laman Halodoc, orang yang merasa bahwa dirinya sangat istimewa ini kemungkinan mengalami gangguan kepribadian narsistik. Mereka merasa dirinya lebih hebat, selalu ingin dipuji, bercita-cita menggapai kesempurnaan, dan sebagainya.

Dilansir dari laman Baseline Mag pada (16/12) ada 7 perilaku orang yang merasa bahwa dirinya sangat istimewa, menurut psikologi :

1. Menuntut kenyamanan yang sepele

Bagi banyak orang, kecelakaan kecil dilihat sebagai hal normal, tapi bagi orang yang merasa dirinya istimewa itu akan menjadi bencana besar. Baik itu salah takaran kopi atau koneksi Wi-Fi yang lambat, akan menjadi masalah besar.

Menurut psikologi, orang yang berperilaku seperti ini biasanya terlahir dari keluarga beruntung dengan kondisi nyaman dan stabil. Sehingga tidak memahami rasanya kesusahan.

2. Saat pemilihan kemewahan sangat terbatas

Ketika seseorang sudah terbiasa dengan standar hidup tertentu, hal-hal kemewahan yang tidak ia dapatkan akan muncul rasa tidak nyaman dan kesulitan. Misalnya harus memakai kebaya dengan rancangan desainer tertentu, sementara ada kendala lain.

3. Kurangnya apresiasi

Penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki hak istimewa sering kali kesulitan mengenali dan menghargai kelebihan sendiri. Kurangnya kesadaran ini dapat menimbulkan rasa ketidakpuasan atau bahkan kebencian ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan.

Misalnya saja seseorang yang berasal dari keluarga berkecukupan, mungkin mengeluh karena harus menunggu liburan tahunan, sama sekali tidak menyadari fakta bahwa banyak orang tidak bisa berlibur sama sekali.

Dengan menyoroti isu-isu ini, kami berharap dapat menginspirasi lebih banyak empati dan pemahaman, karena setiap orang memiliki perjuangannya masing-masing, terlepas dari status sosial-ekonomi mereka.

4. Harapan akan perlakuan khusus

Bukan hal yang aneh bagi mereka yang merasa istimewa untuk mengharapkan orang lain berusaha sekuat tenaga untuk mengakomodasi mereka, bahkan dalam situasi yang tidak masuk akal.

Misalnya, mereka mungkin merasa frustrasi ketika harus mengantri seperti orang lain, atau jika tidak diberi perlakuan istimewa karena status atau kekayaannya.
Psikologi memberi tahu kita bahwa hal ini berasal dari keyakinan bahwa kebutuhan, keinginan, dan waktu mereka lebih penting daripada orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore