Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Desember 2024 | 22.34 WIB

Mengenal Istilah Doomscrolling yang Dapat Memicu Tekanan Psikologis Seseorang

Ilustrasi orang sedang melakukan doomscrolling (Freepik) - Image

Ilustrasi orang sedang melakukan doomscrolling (Freepik)

JawaPos.com – Doomscrolling adalah saat seseorang secara aktif mencari materi yang menyedihkan atau negatif untuk dibaca atau digulir di media sosial atau media berita.

Ide di balik doomscrolling adalah mencoba mendapatkan akses ke semua informasi yang dibutuhkan untuk melindungi diri dari hal-hal berbahaya di sekitar.

Melansir dari laman Health, orang yang sering melakukan doomscrolling merupakan orang dengan tingkat neurotisme tinggi yang cenderung lebih suka membaca berita negatif.

Neurotisme sendiri adalah salah satu dari 5 sifat kepribadian utama, bersama dengan keterbukaan, ketelitian, ekstroversi, dan keramahan.

Ciri tersebut menggambarkan kepribadian yang terkait dengan ketidakstabilan emosional dan lebih mungkin mengalami atau bereaksi terhadap tekanan psikologis. Para peneliti mengatakan bahwa orang dengan tingkat neurotisisme tinggi bereaksi lebih kuat terhadap emosi negatif.

Mereka juga mengatakan bahwa orang-orang ini mungkin mengalami malapetaka karena kecenderungan mereka untuk mengalami reaksi tersebut, harga diri yang rendah, dan kesedihan yang meningkat.

Ketika orang sering melakukan doomscroll, hal itu dapat merusak kesehatan mental mereka. Mereka mungkin mengalami perasaan seperti selalu dijebak, rasa kecemasan, kesedihan, kemarahan serta ketidakpastian tentang masa depan.

Cara mengatasi doomscrolling

· Membatasi penggunaan gadget

Cobalah untuk membatasi waktu penggunaan ponsel. Alangkah baiknya mungkin menyisihkan waktu 15 menit untuk menjelajahi media sosial,

· Meluangkan waktu untuk istirahat

Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan perasaan Anda setelah Anda melakukan doomscroll atau doomsurf. Disarankan untuk melakukan aktivitas yang lebih sehat seperti olahraga atau meditasi.

· Mengontrol pikiran

Jika Anda mengalami kecemasan atau kesedihan tentang suatu masalah. Cobalah untuk bersikap aktif dalam menghadapi masalah tersebut. Misalnya datang ke terapi untuk membuat mental lebih stabil. Melakukan hal ini dapat membantu Anda merasa bahwa keadaan di sekitar Anda tidak lagi terkendali.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore