Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Desember 2024 | 21.32 WIB

Orang yang Terlihat Bahagia di Foto Tapi Aslinya Sengsara Seringkali Menunjukkan 7 Perilaku Kepribadian Ini

Ilustrasi 7 perilaku halus yang menunjukkan seseorang terlihat bahagia di foto namun aslinya tidak. - Image

Ilustrasi 7 perilaku halus yang menunjukkan seseorang terlihat bahagia di foto namun aslinya tidak.

JawaPos.com - Dalam sebuah profil media sosial beberapa teman tampaknya memiliki kehidupan yang membahagiakan. Tak jarang kita berpikir bahkan mereka terlihat sangat bahagia, sampai kemudian kamu mendengar kalau mereka tengah berjuang.

Banyak orang yang tampak gembira di foto menunjukkan isyarat halus dalam kehidupan nyata yang menggambarkan cerita yang berbeda. Mungkin mereka adalah orang yang tertawa terlalu cepat, atau mereka menghindari percakapan yang mendalam.

Dilansir dari Baselin Mag, terdapat 7 perilaku halus yang menunjukkan seseorang terlihat bahagia di foto namun aslinya tidak. Mengenali perilaku ini dapat menjembatani kesenjangan antara penampilan luar dan realitas batin.

Ini akan mengingatkan kita bahwa kisah setiap orang akan lebih kompleks daripada yang tersirat dalam gambaran sekilas.

1. Menghindari percakapan mendalam

Orang yang tampak bahagia di foto tetapi sebenarnya menderita di kehidupan nyata cenderung menghindari diskusi yang mendalam. Mereka lebih suka bersikap santai dan apa adanya.

Ini bukan karena ketidakpedulian atau sikap apatis. Seringkali ini adalah mekanisme pertahanan diri dan cara mereka untuk menghindari mengangkat topik yang dapat mengungkapkan emosi tersembunyi.

Dalam ranah interaksi manusia, perilaku ini merupakan teriakan minta tolong dalam hati. Dengan hanya berbasa-basi, orang-orang ini secara halus mengisyaratkan pergumulan batinnya.

2. Mereka terlalu 'sibuk'

Kesibukan ini adalah tameng. Itu adalah caranya untuk menghindari interaksi pribadi dan menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya. Mereka biasa adalah orang yang terlalu sibuk untuk terhubung dan sering menghindar.

Ini tentu berbeda dengan orang yang bahagia sebenarnya. Orang yang benar-benar puas tidak akan merasa perlu bersembunyi di balik jadwal yang padat. Mereka akan menyediakan waktu untuk menjalin hubungan yang bermakna.

3. Humornya seringkali merendahkan diri sendiri

Humor adalah alat yang ampuh untuk dapat menutupi rasa sakit. Hal ini terutama berlaku untuk humor yang merendahkan diri sendiri. Orang yang sering mengejek atau merendahkan diri sendiri dengan cara cara yang lucu seringkali berusaha menyembunyikan kekacauan batinnya.

Ini adalah penyamaran yang cerdik karena memberikan ilusi kepercayaan diri dan sikap riang. Beberapa penelitian menemukan bahwa individu yang rutin menggunakan humor yang mencela diri sendiri lebih mungkin melaporkan perasaan depresi dan kecemasan.

4. Terlalu murah hati dalam memberikan pujian

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore