Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Desember 2024 | 21.13 WIB

Melihat Tren Kecantikan Kulit 2025, Penggunaan AI Hingga Preventive Aging

 

Dr. Arini Astasari Widodo, SM, SpDVE Dermatologist menjelaskan tren kecantikan 2025. (IST)

JawaPos.com – Tampil menawan dengan kulit tampak muda dan sehat terawat bisa dikatakan sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Tak hanya penggunaan rutin dengan skincare, perawatan kecantikan di klinik pun harus dilakukan agar keadaan kulit lebih maksimal. Lantas bagaimana dengan tren kecantikan kulit 2025?

Dalam pembukaan cabang Dermalogia klinik di Gading Serpong, Tangerang, Dr. Arini Astasari Widodo, SM, SpDVE Dermatologist mengungkapkan, perawatan kulit untuk 2025 masih sangat diminati. Terlebih, masyarakat mencari perawatan kulit yang memberikan hasil maksimal dengan downtime minimal. Terutama agar kulit lebih sehat dan lebih muda dari usianya.

Untuk itu, Dr. Arini mengungkapkan beberapa tren kecantikan 2025 dengan teknologi AI (Artificial Intelligence) untuk perawatan kulit personal, pencegahan penuaan, dan kecantikan alami. AI sudah dimulai dari 2 tahu lalu tapi mulai bersinergi dengan kecantikan baru-baru ini, seperti aplikasi kecantikan itu banyak.

“Ada beberapa hal yang bakal jadi tren pada 2025, kita juga mau mengenalkan Aesthetic Intelligence, dimana teknologi AI (Artificial Intelligence) untuk perawatan kulit personal, pencegahan penuaan, dan kecantikan alami,” ujar Dr. Arini dalam konferensi pers baru-baru ini.

Diakui Dr. Arini, Dermalogia sendiri menggunakan terapi inovatif berbasis teknologi AI (Artificial Intelligence). Karena, terapi ini jauh lebih efektif dan personalized untuk setiap orang. Terapi inovatif tersebut ialah ExiSlim, Exitite, dan ExiClear.

Teknologi ini memiliki banyak fungsi, yakni mengencangkan kulit, melembabkan, memperbaiki tekstur, mengecilkan pori, memperbaiki scars, dan lain-lain. Salah satu cara kerja terapi berbasis AI ini yaitu meningkatkan kolagen, elastin, dan hyaluronic acid.

Nantinya sebelum pasien menerima terapi, mereka akan melakukan assessment yang menyeluruh dan personalized, didukung dengan AI powered diagnostics.  Namun, hal paling penting adalah pasien memahami masalah kulit yang dialami dan bagaimana pencegahannya.

“Karena tidak berguna kalau dokter melakukan terapi, tapi hal-hal yang memicu masalah kulitnya tidak ditangani, tentunya akan kambuh terus masalahnya,” jelas dr. Arini, penggagas Aesthetic Intelligence di Dermalogia.

Selain tren AI, soal aging pun akan lebih mengedepankan preventif. Menurut Dr. Arini, Preventive aging ini bisa dicapai melalui assessment kulit yang komprehensif, menggunakan kombinasi berbagai energy based device dengan AI integration, terapi regeneratif, dan nutricosmetics.

“Apabila sudah ada tanda penuaan di kulit, akan lebih sulit dihilangkan. Sedangkan dengan pencegahan, kami bertujuan mempertahankan kulit agar tidak cepat menua,” ujarnya.

Sehingga dengan konsep Aesthetic Intelligence, tidak hanya menghilangkan tanda penuaan yang sudah ada, tapi juga menganalisis bagaimana cara untuk mencegah penuaan pada setiap orang kedepannya, karena setiap orang memiliki karakter aging yang berbeda- beda.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore