Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Desember 2024 | 19.34 WIB

Pasangan yang Langgeng hingga Usia Pernikahannya Mencapai 40 Tahun-an, Kerap Menunjukkan 10 Perilaku Ini

Ilustrasi usia pernikahan hingga 40 tahun-an. - Image

Ilustrasi usia pernikahan hingga 40 tahun-an.

JawaPos.com - Di era saat ini, melihat pasangan yang langgeng bahkan usia pernikahannya sudah mencapai puluhan tahun, terlihat tabu dan menjadi suatu pencapaian besar dalam hidup.

Seperti kita tahu bahwa saat ini banyak ditemukan pernikahan yang hanya seumur jagung karena berbagai masalah seperti KDRT, perselingkuhan, bahkan akibat keegoisan masing-masing.

Oleh karenanya bagi pasangan yang akan atau sudah menikah, perlu belajar banyak hal agar mampu mempertahankan pernikahan hingga maut memisahkan.

Melansir dari laman Your Tango pada (01/12) pasangan yang langgeng hingga usia pernikahannya mencapai 40 tahun-an, kerap menunjukkan 10 perilaku ini :

1. Tidak menanamkan pikiran dan perilaku negatif

Semua kritik, bahkan “kritik yang membangun,” tidak hanya gagal untuk mendapatkan hal yang kita inginkan, tapi juga merupakan bentuk penyalahgunaan karena merasa ada sifat pasangan sangat tidak disukai.

Daripada mengkritik, cari tahu alasan sifat tersebut bisa mengganggu pasangan dan sebaiknya dibicarakan dari hati ke hati agar keduanya mampu memahami.

2. Akui dan terima perbedaan

Kita semua memahami bahwa pasangan kita adalah manusia yang baru saja ditemui saat dewasa, artinya memiliki pola pengasuhan atau latar belakang keluarga yang berbeda.

Sebuah studi di Buletin Psikologi Kepribadian dan Sosial menyarankan untuk berlatih melihat dan menerima pasanganmu sebagai seseorang yang memiliki persepsi, perasaan, dan pengalaman berbeda yang sama validnya denganmu.

3. Hindari melarikan diri

Jika kamu dan pasangan mengalami suatu masalah bahkan terkadang itu sulit mencari jalan keluarnya, jangan mencoba untuk melarikan diri baik secara jarak maupun emosional.

Kamu bisa mencoba lakukan hal bersama seperti melakukan pekerjaan rumah, berbincang saat dalam perjalanan di mobil, mengasuh anak, atau menjalankan hobi seperti menonton film atau olahraga.

4. Bertanggung jawab pada perkataan sendiri

Hindari kata “kamu” kecuali hal itu bermaksud sesuatu yang positif. Seperti yang dikatakan oleh American Psychological Association, sebaiknya mengatakan “Aku merasa tidak enak saat…” daripada “Kamu membuatku merasa tidak enak saat…”

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore