
Ilustrasi orang yang sedang menghayati lagu.
JawaPos.com - Ketika mendengarkan lagu-lagu sedih yang menyayat hati, sering kali seseorang terbawa arus perasaan padahal tidak mengalami hal serupa. Itulah ajaibnya lantunan irama musik.
Mengutip dari laman Psikologi Universitas Medan Area, ternyata ada hubungan psikologis antara musik dan emosi seseorang. Menurut penelitian Juslin dan Vastfjall di tahun 2008, menyebutkan bahwa lagu tempo cepat dan nada ceria mampu memicu perasaan positif bagi si pendengarnya.
Sedangkan lagu tempo lambat dan nada yang lebih sedih mampu memicu perasaan negatif seperti kesedihan dan rasa takut bagi si pendengarnya.
Melansir dari laman Small Business Bonfire pada (27/11) orang yang sangat menghayati lagu bahkan hingga meneteskan air mata, biasanya memiliki 8 perilaku ini :
1. Rasa empati sangat tinggi
Jauh di lubuk hati kita, ada ruang unik yang sepertinya diisi dan digaungkan oleh musik. Bagi kita yang sering meneteskan air mata saat mendengar lagu, ini adalah pengalaman emosional yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Mereka cenderung memiliki tingkat empati yang tinggi. Tidak hanya mendengar musiknya, tapi merasakan setiap nada, lirik yang mendalam.
2. Introspeksi mendalam
Para penikmat lagu yang mudah meneteskan air mata, memiliki introspeksi mendalam, sifat ini sering membawa kita ke jalur pemikiran yang mendalam. Biasanya lagu itu membuat mereka untuk merenungkan hidup, hubungan, dan terkadang pertanyaan-pertanyaan lainnya.
3. Keterbukaan terhadap pengalaman
Keterbukaan terhadap pengalaman adalah ciri kepribadian yang sering dimiliki. Ini bukan hanya tentang keterbukaan terhadap dunia sekitar, tetapi juga terhadap pikiran dan perasaan batin.
Musik dengan kemampuannya yang luar biasa untuk mengekspresikan hal-hal yang tidak dapat diungkapkan, memberikan jalan bagi kita untuk menjelajahi kedalaman ini.
Keterbukaan ini tidak terbatas pada musik saja. Ini meluas ke pendekatan kita secara keseluruhan terhadap kehidupan. Kita cenderung penasaran, bersedia mengeksplorasi ide dan pengalaman baru, serta merasa nyaman dengan ambiguitas atau ketidakpastian.
4. Sensitivitas tinggi
Kamu mungkin tidak menyadarinya, tapi air mata yang menetes saat pertunjukan musik bukan sekadar respons terhadap emosi. Itu juga merupakan reaksi fisiologis, bukti sensitivitas sistem saraf.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
