Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 November 2024 | 22.42 WIB

Orang yang Sangat Menghayati Lagu Bahkan hingga Meneteskan Air Mata, Biasanya Memiliki 8 Perilaku Ini

Ilustrasi orang yang sedang menghayati lagu. - Image

Ilustrasi orang yang sedang menghayati lagu.

JawaPos.com - Ketika mendengarkan lagu-lagu sedih yang menyayat hati, sering kali seseorang terbawa arus perasaan padahal tidak mengalami hal serupa. Itulah ajaibnya lantunan irama musik.

Mengutip dari laman Psikologi Universitas Medan Area, ternyata ada hubungan psikologis antara musik dan emosi seseorang. Menurut penelitian Juslin dan Vastfjall di tahun 2008, menyebutkan bahwa lagu tempo cepat dan nada ceria mampu memicu perasaan positif bagi si pendengarnya.

Sedangkan lagu tempo lambat dan nada yang lebih sedih mampu memicu perasaan negatif seperti kesedihan dan rasa takut bagi si pendengarnya.

Melansir dari laman Small Business Bonfire pada (27/11) orang yang sangat menghayati lagu bahkan hingga meneteskan air mata, biasanya memiliki 8 perilaku ini :

1. Rasa empati sangat tinggi

Jauh di lubuk hati kita, ada ruang unik yang sepertinya diisi dan digaungkan oleh musik. Bagi kita yang sering meneteskan air mata saat mendengar lagu, ini adalah pengalaman emosional yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Mereka cenderung memiliki tingkat empati yang tinggi. Tidak hanya mendengar musiknya, tapi merasakan setiap nada, lirik yang mendalam.

2. Introspeksi mendalam

Para penikmat lagu yang mudah meneteskan air mata, memiliki introspeksi mendalam, sifat ini sering membawa kita ke jalur pemikiran yang mendalam. Biasanya lagu itu membuat mereka untuk merenungkan hidup, hubungan, dan terkadang pertanyaan-pertanyaan lainnya.

3. Keterbukaan terhadap pengalaman

Keterbukaan terhadap pengalaman adalah ciri kepribadian yang sering dimiliki. Ini bukan hanya tentang keterbukaan terhadap dunia sekitar, tetapi juga terhadap pikiran dan perasaan batin.

Musik dengan kemampuannya yang luar biasa untuk mengekspresikan hal-hal yang tidak dapat diungkapkan, memberikan jalan bagi kita untuk menjelajahi kedalaman ini.

Keterbukaan ini tidak terbatas pada musik saja. Ini meluas ke pendekatan kita secara keseluruhan terhadap kehidupan. Kita cenderung penasaran, bersedia mengeksplorasi ide dan pengalaman baru, serta merasa nyaman dengan ambiguitas atau ketidakpastian.

4. Sensitivitas tinggi

Kamu mungkin tidak menyadarinya, tapi air mata yang menetes saat pertunjukan musik bukan sekadar respons terhadap emosi. Itu juga merupakan reaksi fisiologis, bukti sensitivitas sistem saraf.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore