Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 November 2024 | 21.52 WIB

Orang yang Sering Dimarahi Orang Tua Saat Masih Anak-anak, Biasanya Mengembangkan 9 Sifat Ini

Ilustrasi seorang anak perempuan yang bersedih karena dimarahi orang tuanya./ (Freepik)

JawaPos.com - Karakter seseorang saat dewasa selalu tak terlepas dari bagaimana mereka dididik ketika saat masih anak-anak. Termasuk saat mereka sering dimarahi oleh orang tuanya karena melakukan sesuatu. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas karakter orang yang sering dimarahi saat masih anak-anak ketika mereka dewasa menurut psikologi seperti yang diungkap dalam laman Geediting.
 
Mereka yang sering dimarahi ketika anak-anak biasanya menunjukkan karakter khas yang kadang berimplikasi buruk meski ada baiknya.
 
Berikut adalah 9 sifat orang yang terbentuk saat dewasa akibat sering dimarahi saat anak-anak oleh orang tuanya:
 
 
1) Perfeksionis
 
Menurut penelitian, anak-anak yang sering dimarahi cenderung tumbuh menjadi perfeksionis. 
 
Alasannya, saat masih anak-anak, jika Anda terus-menerus dimarahi karena tidak melakukan segala sesuatunya dengan sempurna, Anda mungkin akan mengembangkan kebiasaan mencoba membuat segala sesuatunya sempurna guna menghindari umpan balik negatif tersebut.
 
Itu menjadi mekanisme pertahanan. Kalau tidak ada cacat, tidak ada ruang untuk kritik. Begitulah pola pikirnya.
 
2) Terlalu berhati-hati
 
Menurut penelitian, rasa takut melakukan kesalahan dan menghadapi kemarahan dapst membuat anak-anak ini mengikuti instruksi yang tepat.
 
Meskipun berhati-hati itu baik, penting juga untuk tidak membiarkan rasa takut terhadap kritik menghalangi kita mengalami hal-hal baru.
 
3) Berusaha keras menyenangkan orang lain
 
Anak-anak yang sering dimarahi mungkin akan mengembangkan kecenderungan untuk berusaha keras demi menyenangkan orang lain.
 
Hal ini dapat berasal dari keinginan untuk menghindari konfrontasi dan kemarahan.
 
Sifat ini bisa terwujud dalam banyak hal, mulai dari selalu berkata “ya” terhadap permintaan orang lain, hingga selalu mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan dirinya sendiri.
 
 
4) Punya tingkat kritik diri yang tinggi
 
Tumbuh di bawah pengawasan terus-menerus dapat menciptakan suara di kepala kita yang menggemakan kritikan yang sama yang kita hadapi saat masih anak-anak.
 
Hal ini dapat mengarah pada kebiasaan mengkritik diri sendiri secara berlebihan.
 
Orang yang sering dimarahi sewaktu kecil, bisa jadi mendapati dirinya menjadi pengkritik terburuk bagi dirinya sendiri saat dewasa.
 
Mereka mungkin menetapkan ekspektasi yang sangat tinggi dan tidak realistis terhadap diri mereka sendiri dan bersikap terlalu keras saat gagal memenuhinya.
 
5) Menghindari konflik
 
Tidak seorang pun benar-benar menikmati konflik, tetapi bagi sebagian orang, konflik memicu rasa tidak nyaman dan cemas yang mendalam.
 
Nah, bila Anda sering dimarahi sewaktu kecil, Anda mungkin akan berusaha keras menghindari segala bentuk perselisihan atau konfrontasi.
 
Sifat ini dapat ditelusuri kembali ke pengalaman masa kanak-kanak di mana segala bentuk ketidaksetujuan dapat berujung pada kritik atau hukuman.
 
Akibatnya, orang-orang ini mungkin kesulitan menegaskan diri atau mengungkapkan kebutuhan dan pendapat mereka sendiri.
 
6) Berjuang dengan harga diri
 
Menurut penelitian, orang yang sering dimarahi saat kecil kemungkinan bergelut dengan perasaan tidak mampu dan kesulitan dengan rasa harga dirinya.
 
Kemarahan terus-menerus yang ditujukan kepada mereka mungkin telah membuat mereka tertanam dalam pikiran bahwa mereka tidak cukup baik.
 
Keyakinan ini dapat meninggalkan bekas yang panjang pada kehidupan dewasa mereka, memengaruhi hubungan, karier, dan kebahagiaan mereka secara keseluruhan.
 
 
7) Sangat sensitif
 
Meningkatnya kepekaan ini dapat ditelusuri kembali ke masa anak-anak yang penuh dengan teguran.
 
Anak-anak yang sering dimarahi sering kali mengembangkan kesadaran yang tajam untuk mengantisipasi potensi kritik.
 
Namun kepekaan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan. Hal ini memungkinkan kita membentuk hubungan yang mendalam dan berempati dengan orang lain.
 
8) Pemecah masalah yang kuat
 
Meskipun kemarahan yang sering diberikan pada masa anak-aanak dapat berdampak negatif, teguran juga dapat mengarah pada pengembangan beberapa sifat positif.
 
Orang yang sering dimarahi sewaktu kecil cenderung menjadi pemecah masalah yang hebat.
 
Menghadapi kebutuhan terus-menerus untuk menghindari kritik, mereka belajar mengantisipasi masalah, berpikir cepat, dan menghasilkan solusi kreatif.
 
9) Sangat bertanggung jawab
 
Tanggung jawab dapat menjadi pedang bermata dua sebenarnya. Di satu sisi, ini adalah sifat yang dihargai, tetapi di sisi lain, ini dapat menimbulkan stres dan tekanan yang tidak semestinya.
 
Orang yang sering dimarahi saat kecil sering kali tumbuh menjadi orang dewasa yang sangat bertanggung jawab.
 
Ketakutan akan dimarahi mungkin mendorong mereka mengambil tanggung jawab lebih dari yang seharusnya guna mencegah potensi kesalahan atau kemalangan.
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore