Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 November 2024 | 21.45 WIB

350 Perenang Non Atlet Bersaing dalam Chlo Cup 2024 Surabaya

Perenang non atlet yang berpartisipasi dalam Chlo Cup 2024 di kolam renang Surabaya Intercultural School (SIS), Surabaya, Minggu (24/11). (Narendra Prasetya/Jawa Pos) - Image

Perenang non atlet yang berpartisipasi dalam Chlo Cup 2024 di kolam renang Surabaya Intercultural School (SIS), Surabaya, Minggu (24/11). (Narendra Prasetya/Jawa Pos)

JawaPos.com–Siapa bilang untuk mengikuti sebuah kejuaraan bergengsi harus jadi atlet atau masuk dalam klub terlebih dahulu. Bagi penghobi olahraga yang individual atau tak masuk dalam klub dan belum berstatus atlet pun bisa mengikuti.

Seperti dalam kejuaraan renang bertajuk Chlo Cup edisi ketiga yang berlangsung di kolam renang Sekolah Intercultural School (SIS) Surabaya, Minggu (24/11). Di ajang itu peserta murni individu penghobi renang. Kejuaraan digelar Chlo Swim School.

Tercatat, sebanyak 350 perenang yang berumur antara 4-18 tahun berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut. Jumlah tersebut menjadikan kejuaraan ini sebagai kejuaraan non atlet terbesar di Surabaya.

Mayoritas perenang peserta dari Surabaya. Khususnya dari Surabaya barat. Mereka bertanding dalam dua gaya. Gaya bebas dan gaya dada, masing-masing putra-putri dengan jarak 25 dan 50 meter. Selain itu kickboard gaya bebas 25 meter.

Ketua Panitia Chlo Cup 3 2024 Regis Lintang Mahardhika mengungkap, ajang ini jadi wadah bagi pelatih atau trainer renang privat mengasah kemampuan anak didiknya di kolam renang.

’’Karena, selama ini mereka belum punya wadah atau kejuaraan. Terutama anak-anak yang hanya belajar berenang secara privat. Bukan tergabung di dalam klub, persis seperti filosofi Chlo Swim School Anyone Can Swim,’’ sebut Regis.

Regis menuturkan, kekuatan perenang yang dididik secara privat, berbeda kalau dibandingkan dengan perenang dari klub. Porsi latihan klub bisa 3-5 kali dalam sepekan dan itu berbeda dengan les privat renang. Rata-rata, dalam kurun waktu sepekan les renang privat hanya berlatih 2-3 kali. Bahkan, ada pula yang hanya sekali dalam sepekan.

’’Otomatis, tenaganya pun juga tidak seperti yang lebih sering berlatih,’’ kata Regis yang juga menjabat sebagai kepala pelatih Chlo Swim tersebut.

Karena fokusnya hanya untuk perenang dari latihan privat yang tidak tergabung di klub, setiap perenang yang mendaftar dalam kejuaraan ini pun akan dicek statusnya. Kalau sudah mempunyai NISDA (Nomor Induk Start Daerah) atau NISNA (Nomor Induk Start Nasional), otomatis tidak diperbolehkan berpartisipasi.

Meski belum berstatus atlet, Regis mengklaim secara kualitas perenang-perenang yang turun dalam Chlo Cup mengalami peningkatan setiap tahunnya.

’’Di sini terpenting anak-anak bisa menambah teman dan pengalaman. Pelatih-pelatih juga bisa menambah wawasan,’’ ujar Regis.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore