
Kepribadian kurang bijaksana dan dewasa menurut Psikologi.
JawaPos.com – Kepribadian yang bijaksana dan dewasa tidak hanya mencerminkan kematangan usia tetapi juga kemampuan untuk memahami, merespons, dan menghadapi situasi hidup dengan cara yang konstruktif.
Namun, tidak semua orang mampu menunjukkan sikap ini secara konsisten. Ada beberapa tanda yang kerap menunjukkan kurang bijaksana atau dewasa dalam kepribadian seseorang.
Menurut psikologi, beberapa ciri kepribadian tertentu sering muncul pada individu dengan tingkat kedewasaan emosional yang rendah.
Memahami tanda-tanda ini dapat membantu seseorang untuk mengevaluasi diri sekaligus membuka ruang untuk perbaikan, sehingga hubungan interpersonal dan kualitas hidup secara keseluruhan dapat meningkat.
Dilansir dari Hack Spirit pada Senin (25/11), diterangkan bahwa setidaknya terdapat sepuluh tanda kepribadian seseorang yang kurang bijaksana dan tidak dewasa menurut Psikologi.
1. Menghindar dari tanggung jawab
Seseorang yang kerap terlambat, ingkar janji, atau bertindak ceroboh adalah gambaran klasik dari individu yang belum matang secara mental. Para ahli kejiwaan menyebutkan bahwa orang-orang seperti ini seringkali kesulitan memahami konsep sebab-akibat dan enggan mengakui peran mereka dalam sebuah situasi.
Pola perilaku semacam ini akhirnya membuat orang lain yang harus membereskan kekacauan yang mereka timbulkan, menciptakan beban tambahan bagi lingkungan sekitarnya.
2. Kesulitan mengendalikan emosi
Bayangkan seseorang yang meledak-ledak hanya karena hal sepele seperti pesanan kopi yang salah atau kemacetan lalu lintas. Ketidakmampuan mengontrol emosi ini bukan hanya soal kemarahan, tapi juga kegembiraan yang berlebihan di situasi yang serius.
Hal ini menunjukkan ketidakmatangan yang bisa merusak hubungan dengan orang lain dan menghambat pengambilan keputusan yang bijak.
3. Kurang memiliki sudut pandang luas
Terjebak dalam pikiran sendiri dan menolak melihat dari perspektif berbeda adalah tanda nyata dari kurangnya kebijaksanaan. Mereka cenderung keras kepala dengan pendapatnya sendiri, bahkan ketika bukti menunjukkan sebaliknya.
Sikap ini sering memicu konflik dan kesalahpahaman dalam hubungan sosial karena ketidakmampuan memahami bahwa setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda-beda.
4. Selalu merasa menjadi korban

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
